Kategori : Beranda - Pengumuman (245 posts)


Pendidikan Bermutu untuk Semua: Tanggung Jawab Siapa?

Artikel web SMANESS : Refleksi Hardiknas 2 Mei 2026 Pendidikan Bermutu untuk Semua: Tanggung Jawab Siapa? Oleh: Susanto, M.Pd. *) Penulis adalah Susanto, M. Pd. Kepala SMAN 1 Sumbererejo- Bojonegoro-Jatim. Esensi keberhasilan sebuah pendidikan sejatinya bukan terletak pada nilai yang diperoleh oleh individu siswa akan tetapi terletak sejauhmana siswa itu dapat mengimplementasi teori ilmu dalam praktik kehidupan. Nilai di sekolah hanya persoalan angka dan teori-teori. Substansi yang terpenting adalah bagaimana setelah lulus siswa dapat mengimplementasikan dalam kehidupan nyata baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Terpenting siswa dapat mengimplementasi  dalam kehidupan konkrit. Pendidikan berbasis karakter solusi yang tepat untuk menjawab probematika yang terjadi saat ini. Secanggih apapun keberadaan tehnologi tetap tidak bisa menggantikan posisi guru. Bimbingan, motivasi dan keinovatifan guru untuk generasi saat ini dan mendatang harga mati untuk menguatkan tujuan pendidikan nasional dan tegaknya NKRI. Pendidikan kita kedepan lebih bermartabat karena adanya sinergitas dari semua elemen sebagai tugas bersama (baca: Superteam. Hal ini sesuai tema Hardiknas 2026 Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan  pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk  pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga   masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat   atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang  banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Seiring dengan konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni  pendidikan nilai-nilai luhur  yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka  membina kepribadian generasi muda. Bangsa yang maju dan jaya tidak semata-mata disebabkan oleh kompetensi, teknologi canggih ataupun kekayaan alamnya, tetapi utama dan terutama karena dorongan semangat dan karakter bangsanya. Pemahaman karakter diri yang tangguh akan menjadikan seorang individu berkarakter yang sesungguhnya. Menguatkan Budaya Sekolah Lantas bagaimana agar pendidikan khususnya perihal penguatan karakter di tengah globalisasi tehnologi seperti ini?. Pertama,  terbangunnya budaya sekolah yang tersinergi.  Ada sinergi dengan seluruh warga sekolah dengan kehidupan nyata. Mengapa demikian? Karena ini kunci dari sebuah keberhasilan sekolah dalam membangun karakter. Hal yang sering dilakukan oleh Arief Rahman (2015:4) adalah dengan konsep 10 S. Senyum, Salam, Sapa, Sabar, Syukur, Sehat, Sugih, Semangat, Sukses, dan Surga. Disamping itu juga, keberhasilan dalam pembelajaran di sekolah apabila pembelajaran berjalan efektif. Pembelajaran dalam prosesnya merupakan pembelajaran yang berfokus kepada kebutuhan siswa. Artinya, kekuatan pembelajaran efektif, bila memenuhi persyaratan mengembangkan potensi knowledge, skill, behaviour, dan values setiap peserta didik sehingga menjadi insan yang luas pengetahuannya, cakap keterampilannya, bijak sikapnya karena pemahaman nilai-nilai yang menjadi dasar hidupnya, dan selaras berperilaku dengan sesamanya. Kedua,  guru selalu mengedepankan inovasi pembelajaran khususnya dalam metode dan cara mengajarnya. Guru harus selalu untuk mengubah dirinya dan gaya mengajarnya. Meraka harus bisa merespon perkembangan dan mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif seperti era pandemi seperti ini. Pembelajar dalam hal ini siswa dapat mempeoleh sesuatu dengan cermat dan tidak membosankan. Guru senantiasa mengembangkan 4 P. Artinya, guru harus senantiasa  menjadi pengajar, pendidik, penginspirasi, dan penggerak bagi sebuah kemajuan dalam proses pembelajaran dan juga kemajuan bangsa. Ketiga, guru melatih siswa dalam pemecahan masalah. Mengapa ini penting juga perlu ditekankan dalam pembelajaran? Karena dengan memberikan metode atau strategi yang tepat secara tidak langsung siswa juga dapat merasakan langsung problematika yang ada pada mata pelajaran yang diajarkan. Pada saat pandemi seperti ini tentunya  siswa harus banyak mendapatkan bimbingan dalam memahami dan sekaligus tahu bagaimana mencari pemecahan masalah belajar secara luring atau daring.   Komitemen Bersama Sebagai momen Hardiknas harus ada pemikiran yang konkrit agar pendidikan kita semakin maju di tengah medsos. Pertama, komitmen peran guru di sekolah.harus bisa melatih siswa dalam pemecahan masalah dalam kehidupan nyata baik yang menyangkut sain maupun sosial.  Guru dalam memberikan metode atau strategi yang tepat secara tidak langsung siswa juga dapat merasakan langsung problematika yang ada pada mata pelajaran yang diajarkan. Siswa harus terlatih memahami dan sekaligus tahu bagaimana mencari pemecahan masalah.  Dalam konteks ini peran guru sebagai penyelaras pendidikan karakter kepada para siswa. Kedua,  guru tetap dalam jalurnya untuk tetap mengajar ilmu yang dapat dijadikan pedoman  bertahan hidup di dunia baru yang berdaya saing global. Saat melakukan proses pembelajaran harus bisa memberikan pemahaman bagai bagaimana agar mereka bisa memiliki daya saing di pentas yang serba global dan kompleks. Para siswa untuk selalu diajak berjiwa kreatif. Artinya perlu adanya motivasi dari guru agar para siswa belajar hidup dalam pergumulan kreativitas. Sebab kita ketahui, bahwa kreativitas adalah modal dasar dalam hidup. Dengan demikian, guru mulia itu karena karya terbaiknya dalam mendidik, membimbing, dan memberikan motivasi bagi keberlangsungan hidupnya kelak. Ketiga, adanya penguatan kesadaran moral bahwa anak-anak membutuhkan rasa aman dari orang yang ada disekelilingnya baik guru dan orang tua.  Langkah ini sebagai upaya preventif bahwa sejatinya anak-anak yang ada perlu mendapatkan proteksi dari orang-orang dewasa atau juga teman sebaya. Dengan kata lain,  lingkungan keluarga dan sekolah adalah tempat kampanye dan sosialisasi yang efektif untuk memutus jaringan manakala kekerasan hadir di sekeliling mereka. Seiring dengan konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni  pendidikan nilai-nilai luhur  yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka  membina kepribadian generasi muda. Bangsa yang maju dan jaya tidak semata-mata disebabkan oleh kompetensi, teknologi canggih ataupun kekayaan alamnya, tetapi utama dan terutama karena dorongan semangat dan karakter bangsanya. Pemahaman karakter diri yang tangguh akan menjadikan seorang individu berkarakter yang sesungguhnya.   Nah, Para guru yang terlibat dalam dunia pendidikan harus memiliki inovasi dan prestasi yang berkelanjutan. Guru mulia, berdedikasi, dan berprestasi karena manfaat karyanya bisa dirasakan oleh siswanya. Pengarusutamaan pendidikan karakter harus dapat menangkal arus informasi yang negatif. Apalagi, sekarang lagi marak hoax dalam medsos.

WANITA MASA KINI: PENGEDUKASI KARAKTER KELUARGA

Refleksi Hari Kartini 2026 WANITA MASA KINI: PENGEDUKASI KARAKTER KELUARGA Oleh: Susanto  *) *) Kepala SMAN 1 Sumberrejo-Bojonegoro E-mail: [email protected]. Kini tinggal di Jl. Kyai Mojo Gang Buyut Pani V Bojonegoro-Jawa Timur   "Emanisipasi bukan sekadar persamaan hak, tapi tentang kesadaran untuk memperluas budi pekerti dan pikiran." RA KARTINI Dalam minggu ini kita memperingati hari Kartini. Kartini sosok  pendobrak peran realitas dalam kehidupan kala itu sampai sekarang. Dalam konteks sekarang semangat kartini masih sangat relevan. Wanita masa kini adalah sosok yang dinamis, kompleks, dan penuh potensi. Era modern telah membuka begitu banyak pintu bagi mereka untuk mendefinisikan ulang peran dan ekspektasi sosial, melepaskan diri dari kungkungan stereotip lama, dan berdiri sejajar dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu ciri paling menonjol dari wanita masa kini adalah fleksibilitas dan adaptabilitas mereka. Mereka mampu menyeimbangkan berbagai peran—dari profesional yang ambisius di tempat kerja, mitra yang suportif, ibu yang penuh kasih, hingga individu yang tetap meluangkan waktu untuk pengembangan diri dan minat pribadinya. Kemampuan untuk beralih antara peran-peran ini dengan gesit menunjukkan kekuatan manajemen waktu dan prioritas yang luar biasa. Di bidang profesional dan pendidikan, wanita masa kini menunjukkan ambisi dan kompetensi yang tak diragukan. Semakin banyak wanita menduduki posisi kepemimpinan, merintis usaha sendiri, atau menjadi ahli di bidang-bidang yang dulu didominasi pria. Mereka tak gentar menghadapi tantangan, terus belajar, dan berupaya mencapai puncak karier tanpa mengabaikan aspek lain dalam hidup. Memposisikan Wanita Indonesia Lantas bagaimana agar wanita indonesia menjadi bagian integratif dalam membentengi generasi kita khususnya di tengah keluarga? Pertama, wanita Indonesia harus selalu memegang komitmen dalam melakukan kebebasan berekspresi. Artinya wanita Indonesia  harus tetap dalam spirit untuk melihat realitas. Berpendapat itu harus menyesuaikan kondisi real di masyarakat. Kata-kata bijak mengatakan: disitu bumi dipijak langit dijunjung. Dalam konteks, perlunya untuk menjaga sikap untuk menahan diri dari perkataan yang “asal bunyi” harus menjadi komitmen kita semua. Kedua, perlunya upaya konkrit sikap karakter bangsa oleh orang tua khususnya para Ibu-wanita Indonesia sebagai sosok yang lemah lembut. Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan  pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk  pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga   masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang  banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Sosok Ibu saat  harus menjadi katalisator terkait dengan dampak positif-negatif media sosial, berita hoak, dan juga tindakan kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan demikian, posisi Ibu (wanita) tetap menjadi bagian sosok sentral dalam membentengi karakter generasi yang akan datang, bukan sebaliknya. Ketiga, penjaga tehnologi sosmed. Tehnologi termasuk sosmed harus dapat dimanfaatkan wanita (baca: Para Ibu) untuk  menebar kebaikan dan pengedukasian karakter anak dalam keluarga. Apalagi sekarang didunia pendidikan ada regulasi pembatasan gawai untuk siswa termasuk medosos. Sudah saatnya sosmed dengan berita-berita hoax harus dijadikan musuh bersama. Harapannya menjadi bangsa yang beretika dengan selalu berbuat dengan ikhlas tidak mudah menghujat dan menghakimi orang lain. Keempat, Pembatasan gawai bagi pelajar merupakan langkah krusial dalam menjaga kesehatan mental dan fokus belajar. Dalam konteks ini, peran Ibu menjadi sentral sebagai pengelola dinamika rumah tangga sekaligus pendidik utama karakter anak. Artinya, apa yang terjadi akhir-akhirnya khususnya maraknya berita hoax dapat kita jadikan batu loncatan bagi orang tua khususnya Ibu (wanita Indonesia)  saat di rumah dan guru saat di sekolah untuk terus melakukan penguatan pendidikan karakter. Pengarusutamaan kebaikan melalui sosmed yang bersumber pada nilai-nilai luhur karakter bangsa dapat menjadi pilar utama dalam kehidupan keseharian masyarakat. Keberadaan sosmed  bukan hanya sebatas tehnologi akan tetapi pada orientasi media untuk mempertebal sikap nasionalisme. Semangat menjaga kedamaian di tengah globalisasi tehnologi seperti saat ini harus menjadi impian kaum wanita.  Kaum wanita sejatinya harus memposisikan perannya yang positif keluarga dan masyarakat sesuai dengan kodrat kemanusiaanya. Dengan demikian, seorang wanita (ibu) tetap menjadi sumber inspiratif seperti apa yang telah dilakukan oleh sosok kartini masa lalu. Kartini millenial saat ini harus bisa menjawab tantangan global sebuah peradaban yang menginspirasi tanpa kehilangan kodrat keibuan. Nah, keberhasilan kebijakan pemerintah khusunya pembatasan gawai dan bermedsos saat di rumah  sangat bergantung pada "ketahanan keluarga". Ibu adalah garda terdepan yang memastikan transisi dari kecanduan layar menuju aktivitas produktif dapat berjalan dengan penuh kasih sayang tanpa kesan intimidatif.Selamat Hari Kartini. (*)

PANEN RAYA HASIL SIKAP (SEKOLAH INOVASI KETAHANAN PANGAN) SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO

PANEN RAYA HASIL SIKAP (SEKOLAH INOVASI KETAHANAN PANGAN) SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO Sumberrejo - Bojonegoro, tanggal 10 april 2026. Panen Raya hasil program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan menjadi momen yang penuh semangat dan kebanggaan bagi seluruh warga sekolah. Kegiatan ini menampilkan keberhasilan peserta didik dalam membudidayakan tanaman sayuran seperti tomat dan terong secara mandiri dan berkelanjutan di lingkungan sekolah. (Jum'at, 10 april 2026). Dalam panen raya tersebut, para siswa berhasil memanen berbagai hasil pertanian, di antaranya sayur tomat yang segar dan terong yang tumbuh dengan baik. Proses ini tidak instan, melainkan melalui tahapan panjang mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga akhirnya panen yang melibatkan kerja sama antara siswa dan guru. Kepala SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro, Bapak Susanto, M.Pd. menyampaikan bahwa Kegiatan panen raya hasil sekolah inovatif ketahanan pangan SIKAP SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO  ini sangat inspiratif karena dapat menguatkan karakter peduli lingkungan dan sekaligus belajar berkebun. Disamping itu hasil panennya dapat sebagai sarana berwirausaha karena hasilnya bisa dijual belikan untuk biaya perawatan dan pembelian bibit dalam keberlangsungan berbudidaya SIKAP. Sehingga sikap bisa bermanfaat dan berkelanjutan. “Kegiatan panen raya SIKAP SMAN 1 Sumberrejo sangat inspiratif, meningkatkan kepedulian lingkungan, melatih berkebun, serta menjadi sarana berwirausaha agar program tetap berkelanjutan.” Ujar Bapak Susanto Hasil panen sayur berupa terong dan tomat dari program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro tidak hanya dinikmati sebagai hasil praktik belajar, tetapi juga dimanfaatkan secara produktif. Setelah dipanen, terong dan tomat tersebut dikemas dengan rapi dan menarik oleh para siswa untuk kemudian dipasarkan di lingkungan sekolah. Menurut ketua SIKAP SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro, Ibu Rochana Jamil, S.Pd.I. menyampaikan bahwa melalui pendampingan program SIKAP, SMA Negeri 1 Sumberrejo kini dapat menikmati hasil panen terong dan tomat yang sehat langsung dari kebun sendiri. Panen dilakukan oleh para siswa beserta Bapak Ibu guru, yang dilanjutkan dengan memasarkan hasil panen dengan tujuan melatih jiwa kewirausahaan para siswa. Penjualan dilakukan secara sederhana namun bermakna, dengan harga Rp.10.000 untuk 6 buah terong dan Rp.5.000 untuk 500 gram tomat. Menariknya, para pembeli berasal dari bapak dan ibu guru SMANESS yang turut mendukung program ini dengan penuh antusias. Menurut Valentino Jalu Prayitno siswa kelas X-6, panen raya program ketahanan pangan ini sangat bermanfaat dan membanggakan. Siswa tidak hanya belajar bertani, tetapi juga melatih kerja sama, tanggung jawab, dan kewirausahaan melalui penjualan hasil panen. “Siswa dapat belajar secara langsung bagaimana proses pertumbuhan tanaman, mulai dari perawatan hingga panen”. Ujar Valentino.

PEMBATASAN PENGGUNAAN HANDPHONE (HP) di SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO

PEMBATASAN PENGGUNAAN HANDPHONE (HP) di SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO Sumberrejo - Bojonegoro, tanggal 10 April 2026. Upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif terus dilakukan oleh SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro, salah satunya melalui kebijakan pembatasan penggunaan handphone (HP) di lingkungan sekolah. Kebijakan ini diterapkan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam meningkatkan fokus belajar siswa serta meminimalisir dampak negatif penggunaan teknologi yang kurang bijak. Dalam pelaksanaannya, siswa diperbolehkan membawa HP, namun penggunaannya dibatasi hanya untuk kepentingan pembelajaran dan atas izin guru. Di luar itu, HP harus disimpan dan tidak digunakan selama proses pembelajaran berlangsung. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi distraksi, seperti penggunaan media sosial atau permainan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar. Kepala SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro, Bapak Susanto, M.Pd. menyampaikan bahwa pembatasan penggunaan handphone (HP) bagi siswa saat di sekolah adalah langkah positif yg harus disikapi bijak. Agar para siswa lebih fokus mengikuti pembelajaran tidak mengalami ketergantungan pada handphone (HP) dan dampak negatif. “Tekhnologi harus berdampak poitif bagi penggunanya. Bukan sebaliknya” Ujar Bapak Susanto Pihak sekolah juga terus memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya etika digital dan pemanfaatan teknologi secara bijak. Dengan adanya pembatasan ini, siswa diharapkan dapat lebih disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menempatkan penggunaan teknologi sesuai dengan kebutuhan. Menurut pengawas pembina Bapak Ribut Margo Mulyanto, M.Pd. menyampaikan bahwa  dalam upaya  meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif, kami mengajak seluruh warga SMAN 1 Sumberjo Bojonegoro untuk bersama-sama memahami pentingnya keseimbangan antara teknologi dan pendidikan. Penggunaan gawai yang bijak dan terarah dapat membantu meningkatkan fokus belajar dan prestasi akademik. Oleh karena itu, kami menghimbau agar seluruh siswa, guru, dan staf sekolah untuk lebih bijaksana dan berdaya guna dalam membatasi penggunaan gawai di sekolah, sehingga kita dapat menciptakan suasana belajar yang lebih tenang, fokus, dan produktif. Mari kita dukung upaya ini demi masa depan yang lebih cerah dan sukses bagi generasi penerus bangsa tetap semangat, salam sehat dan bahagia”. Ujar Bapak Margo dengan penuh semangat Menurut siswa M. Alansyah mahardika dari kelas XI-6 menyampaikan bahwa pembatasan penggunaan handphone di sekolah merupakan kebijakan yang baik. Hal ini karena masih banyak siswa yang belum memanfaatkan handphone dengan baik.  Meski demikian, handphone juga memiliki manfaat, seperti membantu mencari informasi pembelajaran, mengenal teknologi seperti AI, serta memperoleh informasi lomba. Oleh karena itu, pembatasan penggunaan handphone menjadi langkah yang tepat agar siswa lebih disiplin, serius belajar, dan tidak bergantung pada gawai. Melalui kebijakan ini, SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam menggunakan teknologi di era digital.

73 SISWA SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO LOLOS SNBP 2026

73 SISWA SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO LOLOS SNBP 2026 Sumberrejo-Bojonegoro, tanggal 1 April 2026. Sebanyak 73 siswa SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro, berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, mengingat persaingan SNBP yang semakin ketat setiap tahunnya. Pengumuman hasil SNBP sendiri dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2026 tepat pukul 15.00 WIB. Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Wakil Kepala Sekolah (WAKA), Bapak/Ibu Wali Kelas XII, Bapak/Ibu Guru BK, dan Bapak Muhammad Abdul Kholiq Ashidiq, S.Pd. menyaksikan pengumuman dan rekap SNBP tahun 2026 di ruang kepala sekolah pada hari selasa, 31 Maret 2026 pukul 15.00 WIB hingga selesai. Suasana haru dan penuh antusias menyelimuti ruangan saat hasil pengumuman mulai diakses secara bersama-sama. Kepala SMAN 1 Sumberrejo Bojoengoro, Bapak Susanto, M.Pd. menyampaikan rasa syukur ini sebuah bukti nyata keberhasilan seluruh keluarga besar smaness, baik itu siswa, komite, orang tua, GTK semuanya saling support. Ini tidak bisa dikatakan keberhasilan salah satu aspek saja, tapi ini menyeluruh. Semoga anak-anak yang diterima sesuai dengan harapan dan bisa sukses dibangku perkuliahan, bagi yang belum diterima harapan saya bisa melalu SNBT maupun mandiri atau mengikuti Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya yang sekiranya bisa tetap mencari ilmu untuk menyiapakan masa depan. untuk menyiapkan karakter yang lebih baik, maka perlu ada semangat yang luar biasa. " Saya ucapkan selamat kepada siswa-siswi yang telah diterima. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati, teruslah berjuang dan tetap menjadi pribadi yang tangguh demi meraih prestasi di masa depan.” Ujar Bapak Susanto dengan penuh semangat". Wakil kepala Sekolah bidang kurikulum, Bapak Andik Kurniawan, M.Pd. juga turut mengucapkan rasa syukur atas pencapaian ini, “siswa yang diterima sebanyak 73, dan saya mengucapakan terima kasih banyak kepada seluruh keluarga besar smaness terutama bapak/ibu guru yang selama ini sudah memberikan bimbingan dan arahan kepada anak-anak, bapak/ibu wali kelas, BK, khususnya Kepala Sekolah yang selalu memberikan arahan dan motivasi, sehingga seluruh GTK bekerja secara sinergis sehingga menghasilkan hasil pencapaian maksimal ini. "saya ucapkan selamat kepada anak-anak yang diterima SNBT, tetap semangat untuk yang belum diterima jangan bersedih hati, berkecil hati, karena masih ada jalan yaitu SNBT yang tentunya harus dipersiapkan lebih semangat lagi, insya Allah itu adalah jalan yang terbaik untuk anak-anak yang belum diterima, insya Allah sekolah akan memfasilitasi adanya kegiatan bimbel untuk anak-anak yang mengikuti SNBT” Ujar Bapak Andik. Sementara itu, Koordinator Bimbingan Konseling (BK) Ibu Nurul Qomariyah, S.Pd., M.Psi. menyampaikan “saya ucapkan selamat untuk anak-anakku yang diterima lewat jalur SNBP, Teruslah semangat untuk belajar karena ini adalah titik balik untuk kalian bahwa diterima maka harus menunjukkan dan membuktikan bahwa kalian memang layak dan pantas untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi tersebut dengan prestasi akademik dan non-akademik yang dapat diandalkan. Untuk anak-anakku yang belum mendapatkan kursi lewat jalur SNBP kalian adalah putra-putri terbaik SMANESS Pejuang UTBK. Semangat untuk memperoleh prestasi terbaik melalui tes berbasis komputer. Untuk anak-anakku yang akan kuliah di PTS wilayah Bojonegoro, Lamongan dan sekitarnya, dimanapun kalian menempuh pendidikan lanjut akan tetap bermanfaat dan bermakna untuk masa depanmu karena Bojonegoro menantikanmu untuk merubah wajah Bojonegoro menjadi lebih baik dan makmur. Untuk anak-anakku yang ingin bekerja teruslah pegang amanah, disiplin dan menjadilah tim yang dapat bekerja sama dengan siapapun, menyenangkan dan membahagiakan”. Ujar Bu Nurul dengan penuh semangat. Salah satu siswa yang berhasil lolos SNBP, laila shefira dzikria fatwa dari kelas XII- 2 mengungkapkan rasa haru dan bangganya. Ia mengaku tidak menyangka dapat diterima di perguruan tinggi impiannya melalui jalur SNBP. ” Pastinya bahagia sekali, karena apa yang saya impikan dari dulu sudah terbayar dengan lolos SNBP TEKNIK LINGKUNGAN UNAIR. Selain itu saya juga berterima kepada bapak ibu guru dan juga SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO yang sudah membimbing saya hingga bisa sampai di titik ini. Dan untuk teman-teman yang belum diterima di SNBP jangan berkecil hati, sedih boleh tapi menyerah bukan solusi. Tetap semangat mengejar kampus yang kalian inginkan, jika memang itu yang terbaik untuk kalian percayalah Allah pasti kabulkan. Sekali lagi terima kasih SMAN 1 SUMBERREJO yang telah membimbing saya... SMANESS SUKSES!!" Ujar shefira. Hal serupa disampaikan Adhitya Firjatullah Ramadhani kelas XII–2 yang lolos SNBP. Ia mengaku sempat gugup dan pesimis hingga meminta kakaknya di Mekkah untuk membuka pengumuman. “Alhamdulillah saya diterima di Universitas Brawijaya jurusan Teknik Mesin. Terima kasih kepada bapak ibu guru, khususnya tim BK. Ini langkah awal untuk berkembang, Untuk teman teman saya yang belum diterima di SNBP tetap semangat ya, kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Masih banyak jalan untuk di terima di Universitas. Bagi teman teman yang mengikuti SNBT tetap semangat semoga di berikan kelancaran dalam tes nya dan mendapatkan hasil yang terbaik”. Ujar Adhit.

Halal Bihalal Keluarga Besar SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO " MARI SALING MEMAAFKAN DAN MEMPERERAT TALI PERSAUDARAAN"

Halal Bihalal Keluarga Besar SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO " MARI SALING MEMAAFKAN DAN MEMPERERAT TALI PERSAUDARAAN"   Sumberrejo-Bojonegoro, tanggal 28 Maret 2026. Keluarga besar SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro menyelenggarakan acara Halal Bihalal pada Sabtu, 28 Maret 2026, dalam suasana penuh kekhidmatan dan kehangatan serta menjadi momentum istimewa untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini turut mengundang Pengawas Pembina Bapak Ribut Margo, komite sekolah beserta pengurus, Bapak Agus Huda selaku mantan pengawas pembina, para mantan kepala sekolah SMAN 1 Sumberrejo, Bapak/Ibu Guru yang telah purna tugas,  Bapak/Ibu Guru dan tenaga kependidikan beserta keluarga, serta Bapak/Ibu kantin yang semakin menambah semarak suasana kebersamaan lintas generasi. Rangkaian acara diawali dengan pra acara, pembukaan oleh MC, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhusyukan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMAN 1 Sumberrejo, tausiyah dan doa oleh Ustadz Luthfi, serta prosesi halal bihalal sebagai inti kegiatan. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan foto bersama serta ramah tamah seluruh peserta. Kepala SMAN 1 Sumberrejo, Bapak Susanto, M.Pd. dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk saling membuka hati, memaafkan satu sama lain, serta mempererat tali kebersamaan. Beliau menegaskan bahwa kemajuan sekolah tidak terlepas dari sinergi dan kerja sama yang kuat dari seluruh bapak dan ibu guru, sehingga semangat kebersamaan ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan. " Mari saling maaf memafkan, sebab sekolah memerlukan sinergi dari seluruh Bapak dan Ibu Guru". Ujar Bapak Susanto dengan penuh semangat. Menurut Bapak Muhammad Lutfiya Aziz, S.Pd.I. Acara halal bihalal hari ini terasa hangat, penuh kebersamaan, dan sarat makna. Tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga mempererat silaturahmi, menumbuhkan kembali rasa persaudaraan, serta menguatkan nilai kebersamaan dan kepedulian antar sesama. Dalam tausiyahnya Ustadz Lutfi menyampaikan bahwa kehidupan memiliki “algoritma”, di mana apa yang sering kita lakukan dan lingkungan yang kita pilih akan membentuk arah hidup kita. Karena itu, penting memilih pertemanan yang baik agar saling mengingatkan menuju kebaikan hingga akhirat. Dari sinilah pentingnya kita meningkatkan “level circle” pertemanan kita, tidak hanya untuk kebersamaan di dunia, tetapi juga sampai ke akhirat. Karena pada akhirnya, tempat kembali hanya ada dua: surga atau neraka. Maka, jangan sampai kita berkumpul di surga nanti tanpa orang-orang yang kita sayangi. Jadikan pertemanan ini sebagai wasilah untuk saling mengingatkan dan bahkan saling “menarik” menuju surga dengan izin Allah. Selain itu, disampaikan juga bahwa doa yang paling tulus dan pasti dikabulkan adalah doa untuk saudara kita tanpa sepengetahuannya. Maka setelah berpisah, mari terus saling mendoakan. Karena setiap doa baik yang kita panjatkan, akan diamini malaikat dan kita pun akan mendapatkan kebaikan yang sama seperti yang kita doakan.  

Upacara Bendera Pertama Setelah Ramadhan dan Hari Raya di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro “TITIK BALIK SETELAH LIBUR PANJANG”

Upacara Bendera Pertama Setelah Ramadhan dan Hari Raya di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro “TITIK BALIK SETELAH LIBUR PANJANG” Sumberrejo – Bojonegoro, tanggal 30 maret 2026. Suasana pagi di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro terasa berbeda dari biasanya. Setelah melewati bulan suci Ramadhan dan libur Hari Raya, seluruh warga sekolah kembali berkumpul dalam upacara bendera pertama. Kegiatan ini menjadi momentum penting sebagai titik balik untuk memulai kembali aktivitas belajar dengan semangat baru. (Senin, 30/3/26). Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh kedisiplinan. Para siswa, guru, serta tenaga kependidikan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib, mencerminkan semangat kebersamaan yang kembali terjalin setelah libur panjang. Wajah-wajah penuh antusias tampak menghiasi lapangan, menandakan kesiapan untuk kembali berproses dan berprestasi. Kepala SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro, Susanto, M.Pd. menyampaikan dalam amanat pembina upacara bahwa, Hari ini kita mengawali kembali masuk sekolah dengan penuh semangat dan tetap disiplin belajar keras untuk meraih sukses. Untuk kedepan selalu hemat energi BBM (Bahan Bakar Minyak) dan juga listrik. “Para siswa harus selalu berkomitmen memanfaatkan handphone secara bijak dan beretika, serta menjadikannya sebagai sumber belajar. Teknologi harus memberikan dampak positif bagi penggunanya. Jadilah siswa yang menginspirasi dan berprestasi dalam berbagai bidang.” Ujar Bapak Susanto, M.Pd. dengan penuh semangat. Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Bapak Cipto Roso, S.Pd. menyampaikan bahwa Hemat energi adalah gerakan positif yang berbasis pada kepedulian lingkungan. Dengan gerakan hemat energi ini kita akan membekali generasi muda dengan mindset cinta lingkungan demi generasi yang akan datang. Sedangkan dalam penggunaan gawai kita memang perlu memberikan edukasi pada generasi muda kita dengan melakukan pembatasan dan penggunaan gadget secara bijak dan positif, agar dampak negatif dan kerugian tdk serta merta di rasakan generasi muda kita. Menurut M. Fajar Sholikhudin Fanani, salah satu siswa kelas XII -1 menyampaikan bahwa kebijakan ini sangat diperlukan untuk diterapkan, karena dengan ini kita akan menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan. Apalagi, hemat energi ini juga dapat meminimalisir angka emisi yang berbahaya. Hal ini juga sesuai dengan salah satu rencana jangka panjang Indonesia pada Net Zero Emission 2060. Selain itu, paparan media sosial dengan algoritma yang lebih luas dapat mempengaruhi pola pikir siswa, sehingga pembatasan penggunaan gawai ini diharapkan bisa mewujudkan generasi emas bijak berteknologi. Melalui upacara ini, SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro menegaskan kembali komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. “Titik balik setelah libur panjang” menjadi awal langkah baru untuk terus bergerak maju, meraih prestasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Wujudkan Ramadhan Pendidikan Berdampak , OSMAPEK (OSIS dan MPK) SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro Gelar Safari Ramadhan dan Berbagi Santunan

Wujudkan Ramadhan Pendidikan Berdampak , OSMAPEK (OSIS dan MPK) SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro Gelar Safari Ramadhan dan Berbagi Santunan Sumberrejo – Bojonegoro, tanggal 12 Maret 2026. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada siswa, OSMAPEK SMANESS menggelar kegiatan Safari Ramadhan dan Berbagi Santunan sebagai bagian dari program Wujudkan Ramadhan Pendidikan Berdampak. Kegiatan ini diikuti oleh siswa penerima santunan yang berasal dari kelas X, XI, dan XII dengan total 27 siswa, termasuk satu siswa yatim yang menjadi prioritas penerima bantuan. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala SMAN 1 Sumberrejo, bapak Susanto, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Bapak Cipto Roso, S.Pd.; Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Bapak Andik Kurniawan, M.Pd.; Guru Pendidikan Agama Islam, Bapak Ahmad Rodhi, M.Pd.; serta Pembina Pramuka, Bapak Kiswanto, S.Pd. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh perwakilan dari OSMAPEK. Selanjutnya, Kepala SMAN 1 Sumberrejo, Bapak Susanto, M.Pd., memberikan sambutan dan menyampaikan bahwa ini langkah baik untuk menguatkan karakter empati bagi yg membutuhkan. "Esensi berbagi itu bukan tentang seberapa banyak yang kita berikan, tapi seberapa banyak cinta dan niat yang kita masukkan ke dalam pemberian tersebut." Ujarnya. Lebih lanjut, berbagi jangan hanya menunggu bulan ramadhan saja akan tetapi setiap saat dan waktu khususnya pasca ramadhan. " tetaplah berbagi karena berbagi itu indah, " harapnya. Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Bapak Cipto Roso, S.Pd., juga menyampaikan bahwa kegiatan safari ramadhan OSMAPEK berbagi ini merupakan penguatan karakter siswa di bidang sosial yang sangat berdampak pada semua murid. Osmapek di harapkan akan melaksanakan program ini secara berkesinambungan. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bingkisan santunan kepada para siswa. Pembagian dilakukan secara bergiliran, dimulai dari kelas X, kemudian kelas XI, hingga kelas XII. Rasa syukur juga disampaikan oleh salah satu siswa penerima santunan dari kelas XI – 3 Anita Nur Faizah, Ia mengungkapkan kebahagiaannya atas perhatian yang diberikan oleh pihak sekolah dan teman-temannya. “Pemberian bingkisan lebaran dari sekolah ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan penuh makna, terutama di bulan suci ramadhan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai lingkungan yang menerapkan nilai kepedulian kepada para siswa. Seperti yang disampaikan oleh bapak kepala sekolah dalam sambutannya, ramadhan seharusnya menjadi waktu yang bermanfaat bagi semua orang. Melalui pembagian bingkisan lebaran ini, sekolah telah memberikan manfaat secara langsung kepada para siswa yang menerima. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan rasa syukur pada siswa. Oleh karena itu, pemberian bingkisan lebaran ini merupakan kegiatan yang patut diapresiasi dan diharapkan dapat terus dilaksanakan di masa yang akan datang.” Suasana kebersamaan dan kehangatan terlihat ketika para siswa menerima bingkisan yang diberikan. Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama antara para siswa dan Kepala Sekolah sebagai bentuk dokumentasi dari kegiatan Safari Ramadhan tersebut.

Ramadhan Kareem: Kebersamaan dan Kepedulian dalam Buka Bersama, Santunan Anak Yatim, serta Purna Bakti Ibu Dra. Sumiyati di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro

Ramadhan Kareem: Kebersamaan dan Kepedulian dalam Buka Bersama, Santunan Anak Yatim, serta Purna Bakti Ibu Dra. Sumiyati di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro Sumberrejo - Bojonegoro, tanggal 14 maret 2026. Keluarga besar SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro menggelar kegiatan buka bersama yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim, serta pamit purna bakti Ibu Dra. Sumiyati pada jum'at (13/3/2026). Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan sebagai bentuk silaturahmi di bulan Ramadhan sekaligus penghormatan atas pengabdian beliau selama bertugas di sekolah.   Acara diawali dengan sambutan Kepala Sekolah yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kepala SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro, Bapak Susanto, M.Pd. menyampaikan bahwa Buka bersama bukan sekadar mkn bersama akan tetapi jalinan sylur nikmat dalam menjalan puasa ramadhan sekaligus memperkuat semangat silaturahim antar  GTK dan juga komite. "Menguatkan sinergi demi kemajuan sekolah dan berdampak pada peningkatan mutu sekolah dan prestasi siswa, " jelasnya. Selanjutnya dilaksanakan alih informasi oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Kesiswaan, dan Humas. Pada kesempatan ini disampaikan berbagai informasi penting terkait program dan kegiatan sekolah sebagai bentuk koordinasi dan penguatan sinergi antar warga sekolah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ibu Celsya Dhelsy Safira, S.Pd. Dalam tausiyahnya beliau mengajak seluruh hadirin untuk Fastabiqul Khoirot fi Syahril romadhon yang artinya berlomba dalam kebaikan di dalam bulan Ramadhan. Pada sesi berikutnya, Ibu Dra. Sumiyati menyampaikan sambutan pamit purna bakti. Dengan penuh haru, beliau mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan dukungan keluarga besar sekolah selama masa pengabdiannya, serta memohon maaf atas segala khilaf. Sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada para siswa yang membutuhkan. Menurut Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Ibu Fita Oktavia Rosida, S.Pd.I. menyampaikan bahwa dalam bulan suci Ramadhan umat Muslim diperintahkan dalam berlomba-lomba dalam kebaikan , karena dibulan suci ini setiap kebaikan akan dibals oleh Allah dengan berlipat ganda , contoh melakukan kegiatan santunan anak yatim, seperti yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Ma’un ayat 1-3.  Menyantuni anak yatim merupakan wujud pengamalan nilai-nilai Islam dan kepedulian sosial. “Saya berharap kegiatan santunan ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga pada berbagai momentum hari besar lainnya, sehingga semangat berbagi menjadi budaya di lingkungan sekolah.” Tegasnya. Perwakilan siswa yang mendapatkan santunan, Adhitya Firjatullah dari kelas XII-2 mengungkapkan bahwa kegiatan ini bermanfaat, dikarenakan kegiatan tersebut menjadi jembatan silaturahmi dan menambah pengetahuan. "Saya dan teman teman juga mendapatkan beberapa bingkisan yang sangat bermanfaat dibulan ramadhan ini. Semoga acara ini bisa lebih meriah dan bermanfaat". Ujarnya. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan kebersamaan dalam momen yang penuh makna tersebut.

Pondok Ramadhan SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro “ MELALUI PONDOK RAMADHAN KITA BENTUK GENERASI BERAKHLAKUL KARIMAH DAN BERJIWA QUR’ANI”

Pondok Ramadhan SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro “ MELALUI PONDOK RAMADHAN KITA BENTUK GENERASI BERAKHLAKUL KARIMAH DAN BERJIWA QUR’ANI” Sumberrejo - Bojonegoro, tanggal 9 Maret 2026. Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1447 H dengan kegiatan yang bermanfaat, keluarga besar SMA Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Pondok Romadhon. Kegiatan ini dilaksanakan selama beberapa hari, mulai tanggal 9–12 Maret 2026, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai keislaman serta membentuk karakter siswa yang berakhlakul karimah dan berjiwa Qur’ani. Kegiatan Pondok Ramadhan diikuti oleh siswa kelas X dan XI dengan berbagai materi keagamaan yang disampaikan oleh para guru. Pada Senin, 9 Maret 2026, kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala SMAN 1 Sumberrejo, Bapak Susanto, M.Pd. Selanjutnya siswa mendapatkan materi tentang puasa, akhlak mulia, serta adab berpakaian. Di sela kegiatan, siswa juga melaksanakan sholat dhuha dan mendengarkan kisah inspiratif tentang Nabi dan sahabat di bulan Ramadhan. Kegiatan hari pertama ditutup dengan sholat berjamaah. Kegiatan berlanjut pada Selasa, 10 Maret 2026 dengan berbagai materi yang tidak kalah menarik, seperti keutamaan shalat, menjaga lisan dan hati, serta penjelasan mengenai haji dan umroh. Para siswa juga diberikan pemahaman tentang bahaya kenakalan remaja serta pentingnya zakat dalam kehidupan sosial. Pada akhir kegiatan, dilakukan pengumpulan zakat sebagai bentuk pembelajaran nyata tentang kepedulian kepada sesama. Memasuki hari berikutnya, Rabu, 11 Maret 2026, siswa kembali mendapatkan penguatan materi mengenai puasa, akhlak mulia, adab berpakaian, serta keutamaan shalat. Selain itu, siswa juga diajak meneladani kehidupan para Sahabat Nabi melalui materi kisah Sahabat di bulan Ramadhan. Seperti hari sebelumnya, kegiatan juga diisi dengan sholat dhuha dan sholat dzuhur berjamaah. Sementara itu pada Kamis, 12 Maret 2026, kegiatan Pondok Ramadhan diisi dengan materi haji dan umroh, menjaga lisan dan hati, serta pembahasan mengenai bahaya kenakalan remaja. Siswa juga kembali mendapatkan pemahaman tentang zakat dan praktik pengumpulan zakat, sebelum kegiatan ditutup dengan shalat berjamaah. Kepala SMA Negeri 1 Sumberrejo, Bapak Susanto, M.Pd., menyampaikan bahwa esensi utama pondok ramadhan ini adalah membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang membangun karakter, empati, dan akhlak mulia. Siswa tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial terhadap masyarakat sekitar. Selanjutnya, melalui kegiatan ini sekolah berupaya membentuk pribadi muslim dan muslimah yang beriman serta berilmu melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. "Kegiatan  diadakan untuk memperkuat dasar akhlak siswi, serta kegiatan pendalaman materi (seperti Thoharoh, Zakat, Akhlak/Adab, dll) pada saat Pondok Ramadhan berlangsung," tegasnya saat sambutan pembukaan pondok ramadhan 1447 hijriah di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro. Hal senada disampaikan oleh wakil kepala Sekolah bidang kesiswaan, Bapak Cipto Roso, S.Pd., bahwa kegiatan pondok ramadhan merupakan bagian dari pembelajaran berdampak. baik pembelajaran karakter moral dan akhlaq secara agama dan pembudayaan karakter positif di siswa SMAN 1 Sumberrejo. Erlina Dewi Permata perwakilan siswa dari kelas X-8 menyampaikan bahwa Pondok Ramadhan memberikan banyak manfaat bagi siswa, baik dalam menambah ilmu agama maupun membentuk karakter yang baik. “Semoga siswa-siswi SMANESS bisa memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya dan berlomba-lomba dalam kebaikan, seperti bintang yang bersinar menerangi malam Ramadan”. Ujarnya dengan penuh semangat.

PERTEMUAN RUTIN DAN SAFARI RAMADHAN DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO

PERTEMUAN RUTIN DAN SAFARI RAMADHAN DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO Sumberrejo – Bojonegoro, tanggal 7 Maret 2026. Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro melaksanakan kegiatan Pertemuan Rutin dan Safari Ramadhan pada Jum’at, 7 Maret 2026, bertempat di SMA Negeri 1 Sumberrejo. Kegiatan ini diikuti oleh para anggota DWP dengan penuh antusias sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kebersamaan di bulan suci Ramadhan. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan doa. Selanjutnya seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan sebagai bentuk rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap organisasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan dari masing-masing bidang. Kepala SMA Negeri 1 Sumberrejo sekaligus Pembina DWP, Susanto, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pertemuan rutin yang dikemas dengan nuansa Safari Ramadhan juga apresiasi untuk istri-istri pegawai dilingkungan SMANESS yang selalu mendukung dan meluangkan waktu untuk hadir. Beliau berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kebersamaan serta menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial. “Momentum Ramadhan ini hendaknya dimanfaatkan untuk berbuat kebaikan, mempererat silaturahmi, bersinergi, dan memperkuat kekompakan, sehingga Dharma Wanita Persatuan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua DWP SMAN 1 Sumberrejo, Ibu Wiwin Wijiyanti, S.Pd., menyampaikan pada pertemuan rutin DWP untuk selalu memaksimalkan program-program dharma wanita, dan memberikan arahan untuk membuat program dharma wanita selama 1 tahun agar lebih maksimal dan bisa dievaluasi. Program-program yang dibuat hendaknya inovatif. Tidak hanya itu, Ibu Wiwin juga mengajak seluruh anggota untuk tetap aktif dan produktif, termasuk dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana berkarya dan berbagi hal-hal positif. Pada pertemuan rutin kali ini, DWP SMANESS melalui bidang sosial budaya memberikan bingkisan kepada sembilan siswa dari kelas X-1 hingga X-9 yang dikemas dalam kegiatan safari ramadhan. Ibu Wiwin Wijiyanti, S.Pd., dan anggota DWP SMANESS berharap semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta menjadi penyemangat bagi para siswa dalam menjalani kegiatan belajar maupun ibadah di bulan suci ini. "Istri-istri pegawai harus bisa memberi manfaat dan berkontribusi bagi lembaga dan keluarga," ujar guru MAN 2 Bojonegoro ini. Perwakilan siswa penerima bingkisan, Maisya Audiana Putri dari kelas X-3, menyampaikan rasa syukur. "Terima kasih atas bantuan yang diberikan melalui kegiatan Safari Ramadhan. Semoga bingkisan tersebut sangat bermanfaat dan menjadi bentuk kepedulian dari pihak sekolah," harapnya Kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus baru DWP yang dibacakan oleh Ibu Celsya Dhelsy Safira, S.Pd., Setelah itu, acara diakhiri dengan sesi foto bersama serta kegiatan praktik keterampilan, yaitu pembuatan desain logo menggunakan aplikasi Canva oleh bidang ekonomi serta pelatihan kue kering oleh bidang pendidikan yang dilaksanakan di rumah Ibu Riyani Mujaroh Putri, S.Si.

WUJUDKAN “RAMADHAN PENDIDIKAN BERDAMPAK” PRAMUKA SMAN 1 SUMBERREJO BUKA BERSAMA DAN BERBAGI TAKJIL

WUJUDKAN “RAMADHAN PENDIDIKAN BERDAMPAK” PRAMUKA SMAN 1 SUMBERREJO BUKA BERSAMA DAN BERBAGI TAKJIL Sumberrejo-Bojonegoro, tanggal 4 maret 2026. Dalam semangat Ramadhan yang penuh berkah, Pramuka SMAN 1 Sumberrejo mengadakan kegiatan "Buka Bersama dan Berbagi Takjil" sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter dan meningkatkan rasa empati siswa melalui aksi nyata di Masyarakat pada Selasa (3/3/2026). Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian takjil kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar sekolah menjelang waktu berbuka. Dengan penuh antusias, anggota Pramuka membagikan paket takjil sebagai wujud kepedulian sosial dan implementasi nilai Dasa Dharma Pramuka, khususnya cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh 93 CDA (Calon Dewan Ambalan) dan 106 DA (Dewan Ambalan) dan tentunya di dampingi oleh pembina Pramuka SMAN 1 Sumberrejo yakni Pak Kiswanto, Pak Zaki, Pak Kholiq, Bu Ifa dan Bu Chelsy, juga kakak-kakak alumni (DKH). Kepala SMAN 1 Sumberrejo, Susanto M.Pd. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurut beliau ini solusi konkrit dalam mengimplementasikan dasa dharma pramuka. Terlebih lagi ini wujud nyata ramadhan pendidikan berdampak bagi kehidupan dan memberikan manfaat untuk sesama. “ini solusi konkrit dalam mengimplementasikan dasa dharma pramuka. Terlebih lagi ini wujud nyata ramadhan pendidikan berdampak bagi kehidupan dan memberikan manfaat untuk sesama” Sementara itu, Pembina Pramuka SMAN 1 Sumberrejo, Kiswanto, S.Pd. menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepeduliaan sosial anggota pramuka belajar berbagi dengan masyarakat, mengamalkan nilai keagamaan, mempererat persaudaraan antar anggota pramuka, melatih kerja sama dan tanggung jawab, membentuk karakter peduli dan disiplin. Ketua Dewan Ambalan (DA), Revi Nindi dari kelas X-4 menyampaikan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar. Kami mengundang kakak-kakak alumni (DKH) untuk bergabung dalam acara silaturahmi, dengan harapan dapat mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan keharmonian antara angkatan kami. “Kami percaya bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat dan makna yang besar bagi angkatan kami, serta meninggalkan kesan yang mendalam, karena memang kegiatan ini adalah rutinitas yang telah kami jalankan dari tahun ke tahun dengan tujuan menjalin silaturahmi dan berbagi rezeki sedikit untuk warga pada bulan Ramadhan, kami berharap kegiatan ini bisa menggerakkan jiwa peduli anak-anak muda terutama yang masih sekolah untuk senantiasa berbagi & mencari pahala sebanyak-banyak nya di bulan suci ramadhan ini” ujarnya dengan penuh semangat. Melalui kegiatan “Ramadhan Pendidikan Berdampak” ini, Pramuka SMAN 1 Sumberrejo membuktikan bahwa pendidikan karakter dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Semangat berbagi, kebersamaan, dan silaturahmi yang terjalin diharapkan terus tumbuh dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah.