Upacara Bendera Pertama Setelah Ramadhan dan Hari Raya di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro “TITIK BALIK SETELAH LIBUR PANJANG”
Sumberrejo – Bojonegoro, tanggal 30 maret 2026. Suasana pagi di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro terasa berbeda dari biasanya. Setelah melewati bulan suci Ramadhan dan libur Hari Raya, seluruh warga sekolah kembali berkumpul dalam upacara bendera pertama. Kegiatan ini menjadi momentum penting sebagai titik balik untuk memulai kembali aktivitas belajar dengan semangat baru. (Senin, 30/3/26).

Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh kedisiplinan. Para siswa, guru, serta tenaga kependidikan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib, mencerminkan semangat kebersamaan yang kembali terjalin setelah libur panjang. Wajah-wajah penuh antusias tampak menghiasi lapangan, menandakan kesiapan untuk kembali berproses dan berprestasi.

Kepala SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro, Susanto, M.Pd. menyampaikan dalam amanat pembina upacara bahwa, Hari ini kita mengawali kembali masuk sekolah dengan penuh semangat dan tetap disiplin belajar keras untuk meraih sukses. Untuk kedepan selalu hemat energi BBM (Bahan Bakar Minyak) dan juga listrik.

“Para siswa harus selalu berkomitmen memanfaatkan handphone secara bijak dan beretika, serta menjadikannya sebagai sumber belajar. Teknologi harus memberikan dampak positif bagi penggunanya. Jadilah siswa yang menginspirasi dan berprestasi dalam berbagai bidang.” Ujar Bapak Susanto, M.Pd. dengan penuh semangat.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Bapak Cipto Roso, S.Pd. menyampaikan bahwa Hemat energi adalah gerakan positif yang berbasis pada kepedulian lingkungan. Dengan gerakan hemat energi ini kita akan membekali generasi muda dengan mindset cinta lingkungan demi generasi yang akan datang. Sedangkan dalam penggunaan gawai kita memang perlu memberikan edukasi pada generasi muda kita dengan melakukan pembatasan dan penggunaan gadget secara bijak dan positif, agar dampak negatif dan kerugian tdk serta merta di rasakan generasi muda kita.

Menurut M. Fajar Sholikhudin Fanani, salah satu siswa kelas XII -1 menyampaikan bahwa kebijakan ini sangat diperlukan untuk diterapkan, karena dengan ini kita akan menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan. Apalagi, hemat energi ini juga dapat meminimalisir angka emisi yang berbahaya. Hal ini juga sesuai dengan salah satu rencana jangka panjang Indonesia pada Net Zero Emission 2060. Selain itu, paparan media sosial dengan algoritma yang lebih luas dapat mempengaruhi pola pikir siswa, sehingga pembatasan penggunaan gawai ini diharapkan bisa mewujudkan generasi emas bijak berteknologi.
Melalui upacara ini, SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro menegaskan kembali komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. “Titik balik setelah libur panjang” menjadi awal langkah baru untuk terus bergerak maju, meraih prestasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.