VISI SMAN 1 SUMBERREJO
BERAKHLAK MULIA, BERDISIPLIN, BERPRESTASI, BERBUDAYA LINGKUNGAN DAN BERKEWIRAUSAHAAN

Sambutan Kepala Sekolah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Salam Sejahtera bagi kita semua,Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga website resmi SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro ini dapat hadir di tengah-tengah kita.Di era digitalisasi dan keterbukaan informasi saat ini, keberadaan sebuah website sekolah sangatlah krusial. Website ini kami luncurkan sebagai sarana informasi dan komunikasi yang efektif antara pihak sekolah dengan peserta didik, wali murid, alumni, serta masyarakat luas di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya.SMAN 1 Sumberrejo terus berkomitmen untuk mencetak generasi bangsa yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan siap bersaing di era global. Melalui media ini, kami berharap dapat menyajikan informasi terkait profil sekolah, kegiatan kesiswaan, prestasi, serta transparansi manajemen sekolah secara akuntabel.Kami mengundang seluruh civitas akademika dan masyarakat untuk memanfaatkan website ini demi kemajuan pendidikan di SMAN 1 Sumberrejo-Bojonegoro. Mari kita bergerak bersama mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Maju terus SMAN 1 Sumberrejo-Bojonegoro. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

SUSANTO, M.Pd

Kepala SMAN 1 Sumberrejo-Bojonegoro

Berita Terbaru

Pendidikan Bermutu untuk Semua: Tanggung Jawab Siapa?

Artikel web SMANESS : Refleksi Hardiknas 2 Mei 2026 Pendidikan Bermutu untuk Semua: Tanggung Jawab Siapa? Oleh: Susanto, M.Pd. *) Penulis adalah Susanto, M. Pd. Kepala SMAN 1 Sumbererejo- Bojonegoro-Jatim. Esensi keberhasilan sebuah pendidikan sejatinya bukan terletak pada nilai yang diperoleh oleh individu siswa akan tetapi terletak sejauhmana siswa itu dapat mengimplementasi teori ilmu dalam praktik kehidupan. Nilai di sekolah hanya persoalan angka dan teori-teori. Substansi yang terpenting adalah bagaimana setelah lulus siswa dapat mengimplementasikan dalam kehidupan nyata baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Terpenting siswa dapat mengimplementasi  dalam kehidupan konkrit. Pendidikan berbasis karakter solusi yang tepat untuk menjawab probematika yang terjadi saat ini. Secanggih apapun keberadaan tehnologi tetap tidak bisa menggantikan posisi guru. Bimbingan, motivasi dan keinovatifan guru untuk generasi saat ini dan mendatang harga mati untuk menguatkan tujuan pendidikan nasional dan tegaknya NKRI. Pendidikan kita kedepan lebih bermartabat karena adanya sinergitas dari semua elemen sebagai tugas bersama (baca: Superteam. Hal ini sesuai tema Hardiknas 2026 Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan  pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk  pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga   masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat   atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang  banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Seiring dengan konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni  pendidikan nilai-nilai luhur  yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka  membina kepribadian generasi muda. Bangsa yang maju dan jaya tidak semata-mata disebabkan oleh kompetensi, teknologi canggih ataupun kekayaan alamnya, tetapi utama dan terutama karena dorongan semangat dan karakter bangsanya. Pemahaman karakter diri yang tangguh akan menjadikan seorang individu berkarakter yang sesungguhnya. Menguatkan Budaya Sekolah Lantas bagaimana agar pendidikan khususnya perihal penguatan karakter di tengah globalisasi tehnologi seperti ini?. Pertama,  terbangunnya budaya sekolah yang tersinergi.  Ada sinergi dengan seluruh warga sekolah dengan kehidupan nyata. Mengapa demikian? Karena ini kunci dari sebuah keberhasilan sekolah dalam membangun karakter. Hal yang sering dilakukan oleh Arief Rahman (2015:4) adalah dengan konsep 10 S. Senyum, Salam, Sapa, Sabar, Syukur, Sehat, Sugih, Semangat, Sukses, dan Surga. Disamping itu juga, keberhasilan dalam pembelajaran di sekolah apabila pembelajaran berjalan efektif. Pembelajaran dalam prosesnya merupakan pembelajaran yang berfokus kepada kebutuhan siswa. Artinya, kekuatan pembelajaran efektif, bila memenuhi persyaratan mengembangkan potensi knowledge, skill, behaviour, dan values setiap peserta didik sehingga menjadi insan yang luas pengetahuannya, cakap keterampilannya, bijak sikapnya karena pemahaman nilai-nilai yang menjadi dasar hidupnya, dan selaras berperilaku dengan sesamanya. Kedua,  guru selalu mengedepankan inovasi pembelajaran khususnya dalam metode dan cara mengajarnya. Guru harus selalu untuk mengubah dirinya dan gaya mengajarnya. Meraka harus bisa merespon perkembangan dan mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif seperti era pandemi seperti ini. Pembelajar dalam hal ini siswa dapat mempeoleh sesuatu dengan cermat dan tidak membosankan. Guru senantiasa mengembangkan 4 P. Artinya, guru harus senantiasa  menjadi pengajar, pendidik, penginspirasi, dan penggerak bagi sebuah kemajuan dalam proses pembelajaran dan juga kemajuan bangsa. Ketiga, guru melatih siswa dalam pemecahan masalah. Mengapa ini penting juga perlu ditekankan dalam pembelajaran? Karena dengan memberikan metode atau strategi yang tepat secara tidak langsung siswa juga dapat merasakan langsung problematika yang ada pada mata pelajaran yang diajarkan. Pada saat pandemi seperti ini tentunya  siswa harus banyak mendapatkan bimbingan dalam memahami dan sekaligus tahu bagaimana mencari pemecahan masalah belajar secara luring atau daring.   Komitemen Bersama Sebagai momen Hardiknas harus ada pemikiran yang konkrit agar pendidikan kita semakin maju di tengah medsos. Pertama, komitmen peran guru di sekolah.harus bisa melatih siswa dalam pemecahan masalah dalam kehidupan nyata baik yang menyangkut sain maupun sosial.  Guru dalam memberikan metode atau strategi yang tepat secara tidak langsung siswa juga dapat merasakan langsung problematika yang ada pada mata pelajaran yang diajarkan. Siswa harus terlatih memahami dan sekaligus tahu bagaimana mencari pemecahan masalah.  Dalam konteks ini peran guru sebagai penyelaras pendidikan karakter kepada para siswa. Kedua,  guru tetap dalam jalurnya untuk tetap mengajar ilmu yang dapat dijadikan pedoman  bertahan hidup di dunia baru yang berdaya saing global. Saat melakukan proses pembelajaran harus bisa memberikan pemahaman bagai bagaimana agar mereka bisa memiliki daya saing di pentas yang serba global dan kompleks. Para siswa untuk selalu diajak berjiwa kreatif. Artinya perlu adanya motivasi dari guru agar para siswa belajar hidup dalam pergumulan kreativitas. Sebab kita ketahui, bahwa kreativitas adalah modal dasar dalam hidup. Dengan demikian, guru mulia itu karena karya terbaiknya dalam mendidik, membimbing, dan memberikan motivasi bagi keberlangsungan hidupnya kelak. Ketiga, adanya penguatan kesadaran moral bahwa anak-anak membutuhkan rasa aman dari orang yang ada disekelilingnya baik guru dan orang tua.  Langkah ini sebagai upaya preventif bahwa sejatinya anak-anak yang ada perlu mendapatkan proteksi dari orang-orang dewasa atau juga teman sebaya. Dengan kata lain,  lingkungan keluarga dan sekolah adalah tempat kampanye dan sosialisasi yang efektif untuk memutus jaringan manakala kekerasan hadir di sekeliling mereka. Seiring dengan konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni  pendidikan nilai-nilai luhur  yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka  membina kepribadian generasi muda. Bangsa yang maju dan jaya tidak semata-mata disebabkan oleh kompetensi, teknologi canggih ataupun kekayaan alamnya, tetapi utama dan terutama karena dorongan semangat dan karakter bangsanya. Pemahaman karakter diri yang tangguh akan menjadikan seorang individu berkarakter yang sesungguhnya.   Nah, Para guru yang terlibat dalam dunia pendidikan harus memiliki inovasi dan prestasi yang berkelanjutan. Guru mulia, berdedikasi, dan berprestasi karena manfaat karyanya bisa dirasakan oleh siswanya. Pengarusutamaan pendidikan karakter harus dapat menangkal arus informasi yang negatif. Apalagi, sekarang lagi marak hoax dalam medsos.

WANITA MASA KINI: PENGEDUKASI KARAKTER KELUARGA

Refleksi Hari Kartini 2026 WANITA MASA KINI: PENGEDUKASI KARAKTER KELUARGA Oleh: Susanto  *) *) Kepala SMAN 1 Sumberrejo-Bojonegoro E-mail: [email protected]. Kini tinggal di Jl. Kyai Mojo Gang Buyut Pani V Bojonegoro-Jawa Timur   "Emanisipasi bukan sekadar persamaan hak, tapi tentang kesadaran untuk memperluas budi pekerti dan pikiran." RA KARTINI Dalam minggu ini kita memperingati hari Kartini. Kartini sosok  pendobrak peran realitas dalam kehidupan kala itu sampai sekarang. Dalam konteks sekarang semangat kartini masih sangat relevan. Wanita masa kini adalah sosok yang dinamis, kompleks, dan penuh potensi. Era modern telah membuka begitu banyak pintu bagi mereka untuk mendefinisikan ulang peran dan ekspektasi sosial, melepaskan diri dari kungkungan stereotip lama, dan berdiri sejajar dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu ciri paling menonjol dari wanita masa kini adalah fleksibilitas dan adaptabilitas mereka. Mereka mampu menyeimbangkan berbagai peran—dari profesional yang ambisius di tempat kerja, mitra yang suportif, ibu yang penuh kasih, hingga individu yang tetap meluangkan waktu untuk pengembangan diri dan minat pribadinya. Kemampuan untuk beralih antara peran-peran ini dengan gesit menunjukkan kekuatan manajemen waktu dan prioritas yang luar biasa. Di bidang profesional dan pendidikan, wanita masa kini menunjukkan ambisi dan kompetensi yang tak diragukan. Semakin banyak wanita menduduki posisi kepemimpinan, merintis usaha sendiri, atau menjadi ahli di bidang-bidang yang dulu didominasi pria. Mereka tak gentar menghadapi tantangan, terus belajar, dan berupaya mencapai puncak karier tanpa mengabaikan aspek lain dalam hidup. Memposisikan Wanita Indonesia Lantas bagaimana agar wanita indonesia menjadi bagian integratif dalam membentengi generasi kita khususnya di tengah keluarga? Pertama, wanita Indonesia harus selalu memegang komitmen dalam melakukan kebebasan berekspresi. Artinya wanita Indonesia  harus tetap dalam spirit untuk melihat realitas. Berpendapat itu harus menyesuaikan kondisi real di masyarakat. Kata-kata bijak mengatakan: disitu bumi dipijak langit dijunjung. Dalam konteks, perlunya untuk menjaga sikap untuk menahan diri dari perkataan yang “asal bunyi” harus menjadi komitmen kita semua. Kedua, perlunya upaya konkrit sikap karakter bangsa oleh orang tua khususnya para Ibu-wanita Indonesia sebagai sosok yang lemah lembut. Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan  pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk  pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga   masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang  banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Sosok Ibu saat  harus menjadi katalisator terkait dengan dampak positif-negatif media sosial, berita hoak, dan juga tindakan kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan demikian, posisi Ibu (wanita) tetap menjadi bagian sosok sentral dalam membentengi karakter generasi yang akan datang, bukan sebaliknya. Ketiga, penjaga tehnologi sosmed. Tehnologi termasuk sosmed harus dapat dimanfaatkan wanita (baca: Para Ibu) untuk  menebar kebaikan dan pengedukasian karakter anak dalam keluarga. Apalagi sekarang didunia pendidikan ada regulasi pembatasan gawai untuk siswa termasuk medosos. Sudah saatnya sosmed dengan berita-berita hoax harus dijadikan musuh bersama. Harapannya menjadi bangsa yang beretika dengan selalu berbuat dengan ikhlas tidak mudah menghujat dan menghakimi orang lain. Keempat, Pembatasan gawai bagi pelajar merupakan langkah krusial dalam menjaga kesehatan mental dan fokus belajar. Dalam konteks ini, peran Ibu menjadi sentral sebagai pengelola dinamika rumah tangga sekaligus pendidik utama karakter anak. Artinya, apa yang terjadi akhir-akhirnya khususnya maraknya berita hoax dapat kita jadikan batu loncatan bagi orang tua khususnya Ibu (wanita Indonesia)  saat di rumah dan guru saat di sekolah untuk terus melakukan penguatan pendidikan karakter. Pengarusutamaan kebaikan melalui sosmed yang bersumber pada nilai-nilai luhur karakter bangsa dapat menjadi pilar utama dalam kehidupan keseharian masyarakat. Keberadaan sosmed  bukan hanya sebatas tehnologi akan tetapi pada orientasi media untuk mempertebal sikap nasionalisme. Semangat menjaga kedamaian di tengah globalisasi tehnologi seperti saat ini harus menjadi impian kaum wanita.  Kaum wanita sejatinya harus memposisikan perannya yang positif keluarga dan masyarakat sesuai dengan kodrat kemanusiaanya. Dengan demikian, seorang wanita (ibu) tetap menjadi sumber inspiratif seperti apa yang telah dilakukan oleh sosok kartini masa lalu. Kartini millenial saat ini harus bisa menjawab tantangan global sebuah peradaban yang menginspirasi tanpa kehilangan kodrat keibuan. Nah, keberhasilan kebijakan pemerintah khusunya pembatasan gawai dan bermedsos saat di rumah  sangat bergantung pada "ketahanan keluarga". Ibu adalah garda terdepan yang memastikan transisi dari kecanduan layar menuju aktivitas produktif dapat berjalan dengan penuh kasih sayang tanpa kesan intimidatif.Selamat Hari Kartini. (*)

PANEN RAYA HASIL SIKAP (SEKOLAH INOVASI KETAHANAN PANGAN) SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO

PANEN RAYA HASIL SIKAP (SEKOLAH INOVASI KETAHANAN PANGAN) SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO Sumberrejo - Bojonegoro, tanggal 10 april 2026. Panen Raya hasil program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan menjadi momen yang penuh semangat dan kebanggaan bagi seluruh warga sekolah. Kegiatan ini menampilkan keberhasilan peserta didik dalam membudidayakan tanaman sayuran seperti tomat dan terong secara mandiri dan berkelanjutan di lingkungan sekolah. (Jum'at, 10 april 2026). Dalam panen raya tersebut, para siswa berhasil memanen berbagai hasil pertanian, di antaranya sayur tomat yang segar dan terong yang tumbuh dengan baik. Proses ini tidak instan, melainkan melalui tahapan panjang mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga akhirnya panen yang melibatkan kerja sama antara siswa dan guru. Kepala SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro, Bapak Susanto, M.Pd. menyampaikan bahwa Kegiatan panen raya hasil sekolah inovatif ketahanan pangan SIKAP SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO  ini sangat inspiratif karena dapat menguatkan karakter peduli lingkungan dan sekaligus belajar berkebun. Disamping itu hasil panennya dapat sebagai sarana berwirausaha karena hasilnya bisa dijual belikan untuk biaya perawatan dan pembelian bibit dalam keberlangsungan berbudidaya SIKAP. Sehingga sikap bisa bermanfaat dan berkelanjutan. “Kegiatan panen raya SIKAP SMAN 1 Sumberrejo sangat inspiratif, meningkatkan kepedulian lingkungan, melatih berkebun, serta menjadi sarana berwirausaha agar program tetap berkelanjutan.” Ujar Bapak Susanto Hasil panen sayur berupa terong dan tomat dari program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro tidak hanya dinikmati sebagai hasil praktik belajar, tetapi juga dimanfaatkan secara produktif. Setelah dipanen, terong dan tomat tersebut dikemas dengan rapi dan menarik oleh para siswa untuk kemudian dipasarkan di lingkungan sekolah. Menurut ketua SIKAP SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro, Ibu Rochana Jamil, S.Pd.I. menyampaikan bahwa melalui pendampingan program SIKAP, SMA Negeri 1 Sumberrejo kini dapat menikmati hasil panen terong dan tomat yang sehat langsung dari kebun sendiri. Panen dilakukan oleh para siswa beserta Bapak Ibu guru, yang dilanjutkan dengan memasarkan hasil panen dengan tujuan melatih jiwa kewirausahaan para siswa. Penjualan dilakukan secara sederhana namun bermakna, dengan harga Rp.10.000 untuk 6 buah terong dan Rp.5.000 untuk 500 gram tomat. Menariknya, para pembeli berasal dari bapak dan ibu guru SMANESS yang turut mendukung program ini dengan penuh antusias. Menurut Valentino Jalu Prayitno siswa kelas X-6, panen raya program ketahanan pangan ini sangat bermanfaat dan membanggakan. Siswa tidak hanya belajar bertani, tetapi juga melatih kerja sama, tanggung jawab, dan kewirausahaan melalui penjualan hasil panen. “Siswa dapat belajar secara langsung bagaimana proses pertumbuhan tanaman, mulai dari perawatan hingga panen”. Ujar Valentino.

Video SMANES

  • JATI DIRI SMAN 1 SUMBERREJO

  • Prestasi Sekolah, Guru dan Peserta Didik

  • LINGKUNGAN SMANESS

  • KARAKTER

  • Inovasi dimasa pandemi

  • PENGIMBASAN AKM (AKHMAD SUHADI, S.Pd, M.Pd

  • PENGIMBASAN AKM ( NINIS ARIS W, S.Pd, M.Pd)

  • Pengimbasan AKM oleh Dra. Dian Marhaeni (SMAN 1 SUMBERREJO)

  • Pengimbasan AKM oleh Dra. Suharni (SMAN 1 Sumberrejo)

  • PENGIMBASAN AKM oleh CIPTO ROSO (SMAN 1 SUMBERREJO)

  • PENGIMBASAN PROGRAM GURU BELAJAR SERI AKM (NURUL QOMARIYAH, S.Pd, M.Pd)

  • Peringatan Isra' Mi'roj Nabi Muhammad SAW 1442 H/2021 M SMAN 1 Sumberrejo

  • PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI SEKOLAH

  • Pembuatan Produk Bel Rumah Sederhana dari Bahan Daur Ulang_Lina Inayati, S.Pd,M.Pd_SMAN 1 Sumberrejo

  • BEST PRACTICE INOVASI KEPSEK Drs. SOEBINTARTO, M.M

  • SMAN 1 SUMBERREJO, Drs. SOEBINTARTO, MM, ALTERNATIF ENERGI BERBAHAN OLI DAN SAMPAH BERTENAGA SURYA

  • Jawa Pos SMA Awards 2021 – Pencak Silat Puteri – SMAN 1 Sumberrejo

  • SMAN 1 SUMBERREJO - HARI MENANAM POHON INDONESIA (HMPI) & BULAN MENANAM POHON INDONESIA (HMPI) 2021

  • Sa'duna Fiddunya - Ya sayyidi Ya Rasulalloh - Ridwan Asyfi feat Fatihah Indonesia - Terbaru 2020

  • PROMOSI KEBUDAYAAN JAWA

  • PROMOSI KEBUDAYAAN JAWA TIMUR

  • KANGE YUNE SMAN 1 SUMBERREJO TAHUN 2022

  • UJIAN PRAKTEK FISIKA KELAS XII IPA3 SMA NEGERI 1 SUMBERREJO KAB BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2022 2023

  • UPRAK FISIKA KLS 12 A3 KELOMPOK 2

  • UJIAN PRAKTIK KELAS XII IPA 2 SMAN 1 SUMBERREJO

Galeri SMANES