WUJUDKAN "RAMADHAN PENDIDIKAN BERDAMPAK" SMAN 1 SUMBERREJO BERBAGI KASIH DI PANTI ASUHAN
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Salam Sejahtera bagi kita semua,Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga website resmi SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro ini dapat hadir di tengah-tengah kita.Di era digitalisasi dan keterbukaan informasi saat ini, keberadaan sebuah website sekolah sangatlah krusial. Website ini kami luncurkan sebagai sarana informasi dan komunikasi yang efektif antara pihak sekolah dengan peserta didik, wali murid, alumni, serta masyarakat luas di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya.SMAN 1 Sumberrejo terus berkomitmen untuk mencetak generasi bangsa yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan siap bersaing di era global. Melalui media ini, kami berharap dapat menyajikan informasi terkait profil sekolah, kegiatan kesiswaan, prestasi, serta transparansi manajemen sekolah secara akuntabel.Kami mengundang seluruh civitas akademika dan masyarakat untuk memanfaatkan website ini demi kemajuan pendidikan di SMAN 1 Sumberrejo-Bojonegoro. Mari kita bergerak bersama mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Maju terus SMAN 1 Sumberrejo-Bojonegoro. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
SUSANTO, M.Pd
Kepala SMAN 1 Sumberrejo-Bojonegoro
Memaknai Permendikdasmen 1 Tahun 2026 "PROSES" PEMBELAJARAN DI KELAS HARUS BERKESADARAN Oleh: Susanto,M.Pd. Kepala SMAN 1 Sumberrejo-Bojonegoro Januari 2026 membuka lembaran baru dalam sejarah pendidikan nasional kita. Di tengah hiruk-pikuk pergantian tahun dan penyesuaian nomenklatur kementerian baru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat dengan menerbitkan Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Sebagai regulasi pembuka tahun, peraturan ini bukan sekadar dokumen administratif biasa. Ia membawa beban filosofis yang berat: meredefinisi ulang "bagaimana" pendidikan itu seharusnya terjadi di ruang-ruang kelas kita. Namun, pertanyaannya tetap klasik: apakah ini akan menjadi revolusi mental bagi guru dan siswa, atau hanya akan berakhir sebagai tumpukan administrasi baru yang membebani? Peran Guru Poin paling radikal—dan mungkin paling menantang—dari Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 adalah redefinisi peran pendidik. Pasal-pasal di dalamnya secara tegas menggeser posisi guru dari sekadar penyampai materi menjadi tiga peran sekaligus: teladan, pendamping, dan fasilitator.Selama puluhan tahun, sistem pendidikan kita terjebak dalam model teacher-centered, di mana guru adalah satu-satunya sumber kebenaran dan siswa adalah bejana kosong yang harus diisi. Peraturan baru ini ingin meruntuhkan menara gading tersebut. Guru tidak lagi dituntut untuk menghabiskan materi buku teks (kejar tayang kurikulum), melainkan dituntut untuk mendampingi siswa membangun pengetahuannya sendiri.Ini adalah kabar baik bagi siswa, namun "alarm bahaya" bagi guru yang enggan berubah. Menjadi fasilitator membutuhkan kerendahan hati intelektual dan keterampilan pedagogis yang jauh lebih kompleks daripada sekadar berceramah. Apakah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan pelatihan guru kita sudah siap mencetak "arsitek belajar" seperti ini? Atau kita hanya akan melihat guru yang sama, dengan metode yang sama, namun dengan label administrasi yang berbeda? Tiga Mantra Baru: Berkesadaran, Bermakna, Menyenangkan Permendikdasmen ini mengusung tiga prinsip utama pembelajaran: Berkesadaran, Bermakna, dan Menyenangkan.Prinsip "Bermakna" (Meaningful) adalah kritik langsung terhadap budaya hafalan yang selama ini menjadi penyakit kronis pendidikan kita. Materi pelajaran harus relevan dengan kehidupan nyata dan kontekstual. Ini sejalan dengan semangat Deep Learning yang juga didorong oleh Menteri Abdul Mu'ti. Kita tidak butuh siswa yang hafal tahun Perang Diponegoro tetapi tidak paham esensi perjuangan; kita butuh siswa yang mengerti mengapa sejarah itu relevan bagi kehidupannya hari ini. Sementara itu, prinsip "Menyenangkan" (Joyful) adalah tantangan terbesar. Menyenangkan di sini bukan berarti kelas yang penuh gelak tawa tanpa esensi, melainkan suasana psikologis yang aman, bebas dari perundungan (bullying), dan inklusif. Di sinilah letak ujian sesungguhnya. Bagaimana menciptakan suasana menyenangkan jika infrastruktur sekolah masih rusak (meski ada target renovasi 60.000 sekolah di 2026) atau jika kesejahteraan guru masih menjadi isu yang timbul tenggelam? Guru yang stres karena tekanan ekonomi atau administrasi sulit diharapkan menciptakan suasana kelas yang "menyenangkan". Tantangan Implementasi Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 adalah sebuah dokumen yang indah di atas kertas. Ia menawarkan visi pendidikan yang humanis, holistik (olah pikir, olah hati, olah rasa, olah raga), dan memuliakan siswa. Ini adalah langkah yang tepat untuk memulai tahun 2026.Namun, regulasi hanyalah kompas, bukan nakhoda. Keberhasilan aturan ini tidak ditentukan di kantor kementerian di Senayan, melainkan di ruang-ruang kelas di pelosok desa dan hiruk-pikuk kota. Kuncinya ada pada kepercayaan. Pemerintah harus percaya pada otonomi guru, dan guru harus percaya pada potensi siswa. Tanpa perubahan pola pikir (mindset) dari seluruh ekosistem pendidikan—mulai dari dinas, pengawas, kepala sekolah, hingga orang tua—Permendikdasmen ini hanya akan menjadi macan kertas. Mari kita kawal bersama, agar "standar proses" ini benar-benar memproses manusia Indonesia menjadi pembelajar sejati, bukan sekadar memproses dokumen demi akreditasi. Di bawah payung Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026, guru yang inovatif bukanlah guru yang selalu memakai aplikasi tercanggih. Guru Inovatif adalah guru yang berani keluar dari zona nyaman metode ceramah demi merancang pengalaman belajar yang membuat mata muridnya berbinar karena mereka paham "Untuk apa saya belajar ini?". Nah, esensi dari Permendikdasmen ini adalah memanusiakan hubungan di dalam kelas. Guru tidak lagi dituntut menjadi administrator yang sibuk dengan pemberkasan rumit, melainkan menjadi mitra belajar yang hadir sepenuhnya untuk menumbuhkan potensi murid yang sadar, berdaya, dan bahagia dalam proses belajarnya.
Salam semangat kebersamaan dan rasa syukur, kami mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada segenap keluarga besar yang berbahagia pada hari istimewa ini. Atas nama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan apresiasi dan doa terbaik. Semoga momentum pertambahan usia ini menjadi sumber motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan, masyarakat, serta bangsa. Pendidikan yang maju berawal dari insan-insan yang berkarakter, berintegritas, dan terus belajar sepanjang hayat. https://www.instagram.com/reel/DS7IiOrgckD/?igsh=MTZsb2hjcDIyM3owbQ== https://www.youtube.com/watch?v=s3tPbXVspL4 Sejalan dengan hal tersebut, Kepala SMA Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro beserta seluruh civitas akademika turut menyampaikan ucapan selamat dan doa tulus. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta keberkahan dalam setiap langkah. Semoga nilai-nilai keteladanan, semangat belajar, dan dedikasi terus tumbuh, seiring dengan upaya kita bersama mewujudkan generasi pelajar yang berprestasi, berakhlak mulia, dan berdaya saing global. Akhir kata, semoga hari ulang tahun ini menjadi awal dari capaian-capaian yang lebih baik dan bermakna di masa yang akan datang. Salam hormat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Kepala SMA Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat Pagi, Salam Sejahtera, dan Salam Prestasi! Hari ini adalah momen yang dinantikan. Sebuah hari yang menjadi saksi atas kerja keras, ketekunan, dan doa-doa yang telah dipanjatkan. Setelah melalui rangkaian Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang cukup menantang, tiba saatnya bagi keluarga besar SMAN 1 Sumberrejo untuk menyampaikan hasil evaluasi tersebut. Kami mengucapkan Selamat dan Sukses kepada seluruh siswa-siswi yang telah berhasil meraih hasil terbaik. Pencapaian kalian hari ini adalah cerminan dari dedikasi kalian dalam mengejar ilmu di bawah naungan "Smaness" tercinta. Harapan dan Doa Kami: Semoga hasil yang diraih menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan tidak cepat berpuas diri. Semoga keberhasilan ini menjadi pembuka jalan yang lebar menuju perguruan tinggi impian dan karir yang gemilang di masa depan. Semoga ilmu yang didapatkan selama proses ini menjadi ilmu yang barokah dan bermanfaat bagi agama, bangsa, serta masyarakat, khususnya di Kabupaten Bojonegoro. Bagi anak-anakku yang mungkin belum mencapai target yang diinginkan, jangan berkecil hati. Jadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi untuk bangkit lebih kuat. Ingatlah bahwa kesuksesan bukan hanya soal angka, melainkan soal daya juang yang tidak pernah padam. Mari kita teruskan tradisi prestasi ini. SMAN 1 Sumberrejo: Unggul dalam Prestasi, Santun dalam Budi Pekerti! Berikut adalah lampiran : Klik hasil TKA Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sumberrejo, 25 Desember 2025 Kepala SMAN 1 Sumberrejo, Susanto, M.Pd