Kategori : Pojok Guru (44 posts)


Pendidikan Bermutu untuk Semua: Tanggung Jawab Siapa?

Artikel web SMANESS : Refleksi Hardiknas 2 Mei 2026 Pendidikan Bermutu untuk Semua: Tanggung Jawab Siapa? Oleh: Susanto, M.Pd. *) Penulis adalah Susanto, M. Pd. Kepala SMAN 1 Sumbererejo- Bojonegoro-Jatim. Esensi keberhasilan sebuah pendidikan sejatinya bukan terletak pada nilai yang diperoleh oleh individu siswa akan tetapi terletak sejauhmana siswa itu dapat mengimplementasi teori ilmu dalam praktik kehidupan. Nilai di sekolah hanya persoalan angka dan teori-teori. Substansi yang terpenting adalah bagaimana setelah lulus siswa dapat mengimplementasikan dalam kehidupan nyata baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Terpenting siswa dapat mengimplementasi  dalam kehidupan konkrit. Pendidikan berbasis karakter solusi yang tepat untuk menjawab probematika yang terjadi saat ini. Secanggih apapun keberadaan tehnologi tetap tidak bisa menggantikan posisi guru. Bimbingan, motivasi dan keinovatifan guru untuk generasi saat ini dan mendatang harga mati untuk menguatkan tujuan pendidikan nasional dan tegaknya NKRI. Pendidikan kita kedepan lebih bermartabat karena adanya sinergitas dari semua elemen sebagai tugas bersama (baca: Superteam. Hal ini sesuai tema Hardiknas 2026 Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan  pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk  pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga   masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat   atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang  banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Seiring dengan konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni  pendidikan nilai-nilai luhur  yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka  membina kepribadian generasi muda. Bangsa yang maju dan jaya tidak semata-mata disebabkan oleh kompetensi, teknologi canggih ataupun kekayaan alamnya, tetapi utama dan terutama karena dorongan semangat dan karakter bangsanya. Pemahaman karakter diri yang tangguh akan menjadikan seorang individu berkarakter yang sesungguhnya. Menguatkan Budaya Sekolah Lantas bagaimana agar pendidikan khususnya perihal penguatan karakter di tengah globalisasi tehnologi seperti ini?. Pertama,  terbangunnya budaya sekolah yang tersinergi.  Ada sinergi dengan seluruh warga sekolah dengan kehidupan nyata. Mengapa demikian? Karena ini kunci dari sebuah keberhasilan sekolah dalam membangun karakter. Hal yang sering dilakukan oleh Arief Rahman (2015:4) adalah dengan konsep 10 S. Senyum, Salam, Sapa, Sabar, Syukur, Sehat, Sugih, Semangat, Sukses, dan Surga. Disamping itu juga, keberhasilan dalam pembelajaran di sekolah apabila pembelajaran berjalan efektif. Pembelajaran dalam prosesnya merupakan pembelajaran yang berfokus kepada kebutuhan siswa. Artinya, kekuatan pembelajaran efektif, bila memenuhi persyaratan mengembangkan potensi knowledge, skill, behaviour, dan values setiap peserta didik sehingga menjadi insan yang luas pengetahuannya, cakap keterampilannya, bijak sikapnya karena pemahaman nilai-nilai yang menjadi dasar hidupnya, dan selaras berperilaku dengan sesamanya. Kedua,  guru selalu mengedepankan inovasi pembelajaran khususnya dalam metode dan cara mengajarnya. Guru harus selalu untuk mengubah dirinya dan gaya mengajarnya. Meraka harus bisa merespon perkembangan dan mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif seperti era pandemi seperti ini. Pembelajar dalam hal ini siswa dapat mempeoleh sesuatu dengan cermat dan tidak membosankan. Guru senantiasa mengembangkan 4 P. Artinya, guru harus senantiasa  menjadi pengajar, pendidik, penginspirasi, dan penggerak bagi sebuah kemajuan dalam proses pembelajaran dan juga kemajuan bangsa. Ketiga, guru melatih siswa dalam pemecahan masalah. Mengapa ini penting juga perlu ditekankan dalam pembelajaran? Karena dengan memberikan metode atau strategi yang tepat secara tidak langsung siswa juga dapat merasakan langsung problematika yang ada pada mata pelajaran yang diajarkan. Pada saat pandemi seperti ini tentunya  siswa harus banyak mendapatkan bimbingan dalam memahami dan sekaligus tahu bagaimana mencari pemecahan masalah belajar secara luring atau daring.   Komitemen Bersama Sebagai momen Hardiknas harus ada pemikiran yang konkrit agar pendidikan kita semakin maju di tengah medsos. Pertama, komitmen peran guru di sekolah.harus bisa melatih siswa dalam pemecahan masalah dalam kehidupan nyata baik yang menyangkut sain maupun sosial.  Guru dalam memberikan metode atau strategi yang tepat secara tidak langsung siswa juga dapat merasakan langsung problematika yang ada pada mata pelajaran yang diajarkan. Siswa harus terlatih memahami dan sekaligus tahu bagaimana mencari pemecahan masalah.  Dalam konteks ini peran guru sebagai penyelaras pendidikan karakter kepada para siswa. Kedua,  guru tetap dalam jalurnya untuk tetap mengajar ilmu yang dapat dijadikan pedoman  bertahan hidup di dunia baru yang berdaya saing global. Saat melakukan proses pembelajaran harus bisa memberikan pemahaman bagai bagaimana agar mereka bisa memiliki daya saing di pentas yang serba global dan kompleks. Para siswa untuk selalu diajak berjiwa kreatif. Artinya perlu adanya motivasi dari guru agar para siswa belajar hidup dalam pergumulan kreativitas. Sebab kita ketahui, bahwa kreativitas adalah modal dasar dalam hidup. Dengan demikian, guru mulia itu karena karya terbaiknya dalam mendidik, membimbing, dan memberikan motivasi bagi keberlangsungan hidupnya kelak. Ketiga, adanya penguatan kesadaran moral bahwa anak-anak membutuhkan rasa aman dari orang yang ada disekelilingnya baik guru dan orang tua.  Langkah ini sebagai upaya preventif bahwa sejatinya anak-anak yang ada perlu mendapatkan proteksi dari orang-orang dewasa atau juga teman sebaya. Dengan kata lain,  lingkungan keluarga dan sekolah adalah tempat kampanye dan sosialisasi yang efektif untuk memutus jaringan manakala kekerasan hadir di sekeliling mereka. Seiring dengan konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni  pendidikan nilai-nilai luhur  yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka  membina kepribadian generasi muda. Bangsa yang maju dan jaya tidak semata-mata disebabkan oleh kompetensi, teknologi canggih ataupun kekayaan alamnya, tetapi utama dan terutama karena dorongan semangat dan karakter bangsanya. Pemahaman karakter diri yang tangguh akan menjadikan seorang individu berkarakter yang sesungguhnya.   Nah, Para guru yang terlibat dalam dunia pendidikan harus memiliki inovasi dan prestasi yang berkelanjutan. Guru mulia, berdedikasi, dan berprestasi karena manfaat karyanya bisa dirasakan oleh siswanya. Pengarusutamaan pendidikan karakter harus dapat menangkal arus informasi yang negatif. Apalagi, sekarang lagi marak hoax dalam medsos.

WANITA MASA KINI: PENGEDUKASI KARAKTER KELUARGA

Refleksi Hari Kartini 2026 WANITA MASA KINI: PENGEDUKASI KARAKTER KELUARGA Oleh: Susanto  *) *) Kepala SMAN 1 Sumberrejo-Bojonegoro E-mail: [email protected]. Kini tinggal di Jl. Kyai Mojo Gang Buyut Pani V Bojonegoro-Jawa Timur   "Emanisipasi bukan sekadar persamaan hak, tapi tentang kesadaran untuk memperluas budi pekerti dan pikiran." RA KARTINI Dalam minggu ini kita memperingati hari Kartini. Kartini sosok  pendobrak peran realitas dalam kehidupan kala itu sampai sekarang. Dalam konteks sekarang semangat kartini masih sangat relevan. Wanita masa kini adalah sosok yang dinamis, kompleks, dan penuh potensi. Era modern telah membuka begitu banyak pintu bagi mereka untuk mendefinisikan ulang peran dan ekspektasi sosial, melepaskan diri dari kungkungan stereotip lama, dan berdiri sejajar dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu ciri paling menonjol dari wanita masa kini adalah fleksibilitas dan adaptabilitas mereka. Mereka mampu menyeimbangkan berbagai peran—dari profesional yang ambisius di tempat kerja, mitra yang suportif, ibu yang penuh kasih, hingga individu yang tetap meluangkan waktu untuk pengembangan diri dan minat pribadinya. Kemampuan untuk beralih antara peran-peran ini dengan gesit menunjukkan kekuatan manajemen waktu dan prioritas yang luar biasa. Di bidang profesional dan pendidikan, wanita masa kini menunjukkan ambisi dan kompetensi yang tak diragukan. Semakin banyak wanita menduduki posisi kepemimpinan, merintis usaha sendiri, atau menjadi ahli di bidang-bidang yang dulu didominasi pria. Mereka tak gentar menghadapi tantangan, terus belajar, dan berupaya mencapai puncak karier tanpa mengabaikan aspek lain dalam hidup. Memposisikan Wanita Indonesia Lantas bagaimana agar wanita indonesia menjadi bagian integratif dalam membentengi generasi kita khususnya di tengah keluarga? Pertama, wanita Indonesia harus selalu memegang komitmen dalam melakukan kebebasan berekspresi. Artinya wanita Indonesia  harus tetap dalam spirit untuk melihat realitas. Berpendapat itu harus menyesuaikan kondisi real di masyarakat. Kata-kata bijak mengatakan: disitu bumi dipijak langit dijunjung. Dalam konteks, perlunya untuk menjaga sikap untuk menahan diri dari perkataan yang “asal bunyi” harus menjadi komitmen kita semua. Kedua, perlunya upaya konkrit sikap karakter bangsa oleh orang tua khususnya para Ibu-wanita Indonesia sebagai sosok yang lemah lembut. Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan  pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk  pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga   masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang  banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Sosok Ibu saat  harus menjadi katalisator terkait dengan dampak positif-negatif media sosial, berita hoak, dan juga tindakan kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan demikian, posisi Ibu (wanita) tetap menjadi bagian sosok sentral dalam membentengi karakter generasi yang akan datang, bukan sebaliknya. Ketiga, penjaga tehnologi sosmed. Tehnologi termasuk sosmed harus dapat dimanfaatkan wanita (baca: Para Ibu) untuk  menebar kebaikan dan pengedukasian karakter anak dalam keluarga. Apalagi sekarang didunia pendidikan ada regulasi pembatasan gawai untuk siswa termasuk medosos. Sudah saatnya sosmed dengan berita-berita hoax harus dijadikan musuh bersama. Harapannya menjadi bangsa yang beretika dengan selalu berbuat dengan ikhlas tidak mudah menghujat dan menghakimi orang lain. Keempat, Pembatasan gawai bagi pelajar merupakan langkah krusial dalam menjaga kesehatan mental dan fokus belajar. Dalam konteks ini, peran Ibu menjadi sentral sebagai pengelola dinamika rumah tangga sekaligus pendidik utama karakter anak. Artinya, apa yang terjadi akhir-akhirnya khususnya maraknya berita hoax dapat kita jadikan batu loncatan bagi orang tua khususnya Ibu (wanita Indonesia)  saat di rumah dan guru saat di sekolah untuk terus melakukan penguatan pendidikan karakter. Pengarusutamaan kebaikan melalui sosmed yang bersumber pada nilai-nilai luhur karakter bangsa dapat menjadi pilar utama dalam kehidupan keseharian masyarakat. Keberadaan sosmed  bukan hanya sebatas tehnologi akan tetapi pada orientasi media untuk mempertebal sikap nasionalisme. Semangat menjaga kedamaian di tengah globalisasi tehnologi seperti saat ini harus menjadi impian kaum wanita.  Kaum wanita sejatinya harus memposisikan perannya yang positif keluarga dan masyarakat sesuai dengan kodrat kemanusiaanya. Dengan demikian, seorang wanita (ibu) tetap menjadi sumber inspiratif seperti apa yang telah dilakukan oleh sosok kartini masa lalu. Kartini millenial saat ini harus bisa menjawab tantangan global sebuah peradaban yang menginspirasi tanpa kehilangan kodrat keibuan. Nah, keberhasilan kebijakan pemerintah khusunya pembatasan gawai dan bermedsos saat di rumah  sangat bergantung pada "ketahanan keluarga". Ibu adalah garda terdepan yang memastikan transisi dari kecanduan layar menuju aktivitas produktif dapat berjalan dengan penuh kasih sayang tanpa kesan intimidatif.Selamat Hari Kartini. (*)

Halal Bihalal Keluarga Besar SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO " MARI SALING MEMAAFKAN DAN MEMPERERAT TALI PERSAUDARAAN"

Halal Bihalal Keluarga Besar SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO " MARI SALING MEMAAFKAN DAN MEMPERERAT TALI PERSAUDARAAN"   Sumberrejo-Bojonegoro, tanggal 28 Maret 2026. Keluarga besar SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro menyelenggarakan acara Halal Bihalal pada Sabtu, 28 Maret 2026, dalam suasana penuh kekhidmatan dan kehangatan serta menjadi momentum istimewa untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini turut mengundang Pengawas Pembina Bapak Ribut Margo, komite sekolah beserta pengurus, Bapak Agus Huda selaku mantan pengawas pembina, para mantan kepala sekolah SMAN 1 Sumberrejo, Bapak/Ibu Guru yang telah purna tugas,  Bapak/Ibu Guru dan tenaga kependidikan beserta keluarga, serta Bapak/Ibu kantin yang semakin menambah semarak suasana kebersamaan lintas generasi. Rangkaian acara diawali dengan pra acara, pembukaan oleh MC, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhusyukan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMAN 1 Sumberrejo, tausiyah dan doa oleh Ustadz Luthfi, serta prosesi halal bihalal sebagai inti kegiatan. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan foto bersama serta ramah tamah seluruh peserta. Kepala SMAN 1 Sumberrejo, Bapak Susanto, M.Pd. dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk saling membuka hati, memaafkan satu sama lain, serta mempererat tali kebersamaan. Beliau menegaskan bahwa kemajuan sekolah tidak terlepas dari sinergi dan kerja sama yang kuat dari seluruh bapak dan ibu guru, sehingga semangat kebersamaan ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan. " Mari saling maaf memafkan, sebab sekolah memerlukan sinergi dari seluruh Bapak dan Ibu Guru". Ujar Bapak Susanto dengan penuh semangat. Menurut Bapak Muhammad Lutfiya Aziz, S.Pd.I. Acara halal bihalal hari ini terasa hangat, penuh kebersamaan, dan sarat makna. Tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga mempererat silaturahmi, menumbuhkan kembali rasa persaudaraan, serta menguatkan nilai kebersamaan dan kepedulian antar sesama. Dalam tausiyahnya Ustadz Lutfi menyampaikan bahwa kehidupan memiliki “algoritma”, di mana apa yang sering kita lakukan dan lingkungan yang kita pilih akan membentuk arah hidup kita. Karena itu, penting memilih pertemanan yang baik agar saling mengingatkan menuju kebaikan hingga akhirat. Dari sinilah pentingnya kita meningkatkan “level circle” pertemanan kita, tidak hanya untuk kebersamaan di dunia, tetapi juga sampai ke akhirat. Karena pada akhirnya, tempat kembali hanya ada dua: surga atau neraka. Maka, jangan sampai kita berkumpul di surga nanti tanpa orang-orang yang kita sayangi. Jadikan pertemanan ini sebagai wasilah untuk saling mengingatkan dan bahkan saling “menarik” menuju surga dengan izin Allah. Selain itu, disampaikan juga bahwa doa yang paling tulus dan pasti dikabulkan adalah doa untuk saudara kita tanpa sepengetahuannya. Maka setelah berpisah, mari terus saling mendoakan. Karena setiap doa baik yang kita panjatkan, akan diamini malaikat dan kita pun akan mendapatkan kebaikan yang sama seperti yang kita doakan.  

Ramadhan Kareem: Kebersamaan dan Kepedulian dalam Buka Bersama, Santunan Anak Yatim, serta Purna Bakti Ibu Dra. Sumiyati di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro

Ramadhan Kareem: Kebersamaan dan Kepedulian dalam Buka Bersama, Santunan Anak Yatim, serta Purna Bakti Ibu Dra. Sumiyati di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro Sumberrejo - Bojonegoro, tanggal 14 maret 2026. Keluarga besar SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro menggelar kegiatan buka bersama yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim, serta pamit purna bakti Ibu Dra. Sumiyati pada jum'at (13/3/2026). Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan sebagai bentuk silaturahmi di bulan Ramadhan sekaligus penghormatan atas pengabdian beliau selama bertugas di sekolah.   Acara diawali dengan sambutan Kepala Sekolah yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kepala SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro, Bapak Susanto, M.Pd. menyampaikan bahwa Buka bersama bukan sekadar mkn bersama akan tetapi jalinan sylur nikmat dalam menjalan puasa ramadhan sekaligus memperkuat semangat silaturahim antar  GTK dan juga komite. "Menguatkan sinergi demi kemajuan sekolah dan berdampak pada peningkatan mutu sekolah dan prestasi siswa, " jelasnya. Selanjutnya dilaksanakan alih informasi oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Kesiswaan, dan Humas. Pada kesempatan ini disampaikan berbagai informasi penting terkait program dan kegiatan sekolah sebagai bentuk koordinasi dan penguatan sinergi antar warga sekolah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ibu Celsya Dhelsy Safira, S.Pd. Dalam tausiyahnya beliau mengajak seluruh hadirin untuk Fastabiqul Khoirot fi Syahril romadhon yang artinya berlomba dalam kebaikan di dalam bulan Ramadhan. Pada sesi berikutnya, Ibu Dra. Sumiyati menyampaikan sambutan pamit purna bakti. Dengan penuh haru, beliau mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan dukungan keluarga besar sekolah selama masa pengabdiannya, serta memohon maaf atas segala khilaf. Sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada para siswa yang membutuhkan. Menurut Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Ibu Fita Oktavia Rosida, S.Pd.I. menyampaikan bahwa dalam bulan suci Ramadhan umat Muslim diperintahkan dalam berlomba-lomba dalam kebaikan , karena dibulan suci ini setiap kebaikan akan dibals oleh Allah dengan berlipat ganda , contoh melakukan kegiatan santunan anak yatim, seperti yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Ma’un ayat 1-3.  Menyantuni anak yatim merupakan wujud pengamalan nilai-nilai Islam dan kepedulian sosial. “Saya berharap kegiatan santunan ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga pada berbagai momentum hari besar lainnya, sehingga semangat berbagi menjadi budaya di lingkungan sekolah.” Tegasnya. Perwakilan siswa yang mendapatkan santunan, Adhitya Firjatullah dari kelas XII-2 mengungkapkan bahwa kegiatan ini bermanfaat, dikarenakan kegiatan tersebut menjadi jembatan silaturahmi dan menambah pengetahuan. "Saya dan teman teman juga mendapatkan beberapa bingkisan yang sangat bermanfaat dibulan ramadhan ini. Semoga acara ini bisa lebih meriah dan bermanfaat". Ujarnya. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan kebersamaan dalam momen yang penuh makna tersebut.

PERTEMUAN RUTIN DAN SAFARI RAMADHAN DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO

PERTEMUAN RUTIN DAN SAFARI RAMADHAN DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO Sumberrejo – Bojonegoro, tanggal 7 Maret 2026. Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro melaksanakan kegiatan Pertemuan Rutin dan Safari Ramadhan pada Jum’at, 7 Maret 2026, bertempat di SMA Negeri 1 Sumberrejo. Kegiatan ini diikuti oleh para anggota DWP dengan penuh antusias sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kebersamaan di bulan suci Ramadhan. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan doa. Selanjutnya seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan sebagai bentuk rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap organisasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan dari masing-masing bidang. Kepala SMA Negeri 1 Sumberrejo sekaligus Pembina DWP, Susanto, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pertemuan rutin yang dikemas dengan nuansa Safari Ramadhan juga apresiasi untuk istri-istri pegawai dilingkungan SMANESS yang selalu mendukung dan meluangkan waktu untuk hadir. Beliau berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kebersamaan serta menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial. “Momentum Ramadhan ini hendaknya dimanfaatkan untuk berbuat kebaikan, mempererat silaturahmi, bersinergi, dan memperkuat kekompakan, sehingga Dharma Wanita Persatuan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua DWP SMAN 1 Sumberrejo, Ibu Wiwin Wijiyanti, S.Pd., menyampaikan pada pertemuan rutin DWP untuk selalu memaksimalkan program-program dharma wanita, dan memberikan arahan untuk membuat program dharma wanita selama 1 tahun agar lebih maksimal dan bisa dievaluasi. Program-program yang dibuat hendaknya inovatif. Tidak hanya itu, Ibu Wiwin juga mengajak seluruh anggota untuk tetap aktif dan produktif, termasuk dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana berkarya dan berbagi hal-hal positif. Pada pertemuan rutin kali ini, DWP SMANESS melalui bidang sosial budaya memberikan bingkisan kepada sembilan siswa dari kelas X-1 hingga X-9 yang dikemas dalam kegiatan safari ramadhan. Ibu Wiwin Wijiyanti, S.Pd., dan anggota DWP SMANESS berharap semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta menjadi penyemangat bagi para siswa dalam menjalani kegiatan belajar maupun ibadah di bulan suci ini. "Istri-istri pegawai harus bisa memberi manfaat dan berkontribusi bagi lembaga dan keluarga," ujar guru MAN 2 Bojonegoro ini. Perwakilan siswa penerima bingkisan, Maisya Audiana Putri dari kelas X-3, menyampaikan rasa syukur. "Terima kasih atas bantuan yang diberikan melalui kegiatan Safari Ramadhan. Semoga bingkisan tersebut sangat bermanfaat dan menjadi bentuk kepedulian dari pihak sekolah," harapnya Kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus baru DWP yang dibacakan oleh Ibu Celsya Dhelsy Safira, S.Pd., Setelah itu, acara diakhiri dengan sesi foto bersama serta kegiatan praktik keterampilan, yaitu pembuatan desain logo menggunakan aplikasi Canva oleh bidang ekonomi serta pelatihan kue kering oleh bidang pendidikan yang dilaksanakan di rumah Ibu Riyani Mujaroh Putri, S.Si.

"PROSES" PEMBELAJARAN DI KELAS HARUS BERKESADARAN

Memaknai Permendikdasmen 1 Tahun 2026 "PROSES" PEMBELAJARAN DI KELAS HARUS BERKESADARAN Oleh: Susanto,M.Pd. Kepala SMAN 1 Sumberrejo-Bojonegoro   Januari 2026 membuka lembaran baru dalam sejarah pendidikan nasional kita. Di tengah hiruk-pikuk pergantian tahun dan penyesuaian nomenklatur kementerian baru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat dengan menerbitkan Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Sebagai regulasi pembuka tahun, peraturan ini bukan sekadar dokumen administratif biasa. Ia membawa beban filosofis yang berat: meredefinisi ulang "bagaimana" pendidikan itu seharusnya terjadi di ruang-ruang kelas kita. Namun, pertanyaannya tetap klasik: apakah ini akan menjadi revolusi mental bagi guru dan siswa, atau hanya akan berakhir sebagai tumpukan administrasi baru yang membebani? Peran Guru Poin paling radikal—dan mungkin paling menantang—dari Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 adalah redefinisi peran pendidik. Pasal-pasal di dalamnya secara tegas menggeser posisi guru dari sekadar penyampai materi menjadi tiga peran sekaligus: teladan, pendamping, dan fasilitator.Selama puluhan tahun, sistem pendidikan kita terjebak dalam model teacher-centered, di mana guru adalah satu-satunya sumber kebenaran dan siswa adalah bejana kosong yang harus diisi.  Peraturan baru ini ingin meruntuhkan menara gading tersebut. Guru tidak lagi dituntut untuk menghabiskan materi buku teks (kejar tayang kurikulum), melainkan dituntut untuk mendampingi siswa membangun pengetahuannya sendiri.Ini adalah kabar baik bagi siswa, namun "alarm bahaya" bagi guru yang enggan berubah. Menjadi fasilitator membutuhkan kerendahan hati intelektual dan keterampilan pedagogis yang jauh lebih kompleks daripada sekadar berceramah. Apakah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan pelatihan guru kita sudah siap mencetak "arsitek belajar" seperti ini? Atau kita hanya akan melihat guru yang sama, dengan metode yang sama, namun dengan label administrasi yang berbeda?   Tiga Mantra Baru: Berkesadaran, Bermakna, Menyenangkan   Permendikdasmen ini mengusung tiga prinsip utama pembelajaran: Berkesadaran, Bermakna, dan Menyenangkan.Prinsip "Bermakna" (Meaningful) adalah kritik langsung terhadap budaya hafalan yang selama ini menjadi penyakit kronis pendidikan kita. Materi pelajaran harus relevan dengan kehidupan nyata dan kontekstual. Ini sejalan dengan semangat Deep Learning yang juga didorong oleh Menteri Abdul Mu'ti. Kita tidak butuh siswa yang hafal tahun Perang Diponegoro tetapi tidak paham esensi perjuangan; kita butuh siswa yang mengerti mengapa sejarah itu relevan bagi kehidupannya hari ini. Sementara itu, prinsip "Menyenangkan" (Joyful) adalah tantangan terbesar. Menyenangkan di sini bukan berarti kelas yang penuh gelak tawa tanpa esensi, melainkan suasana psikologis yang aman, bebas dari perundungan (bullying), dan inklusif. Di sinilah letak ujian sesungguhnya. Bagaimana menciptakan suasana menyenangkan jika infrastruktur sekolah masih rusak (meski ada target renovasi 60.000 sekolah di 2026) atau jika kesejahteraan guru masih menjadi isu yang timbul tenggelam? Guru yang stres karena tekanan ekonomi atau administrasi sulit diharapkan menciptakan suasana kelas yang "menyenangkan".   Tantangan Implementasi Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 adalah sebuah dokumen yang indah di atas kertas. Ia menawarkan visi pendidikan yang humanis, holistik (olah pikir, olah hati, olah rasa, olah raga), dan memuliakan siswa. Ini adalah langkah yang tepat untuk memulai tahun 2026.Namun, regulasi hanyalah kompas, bukan nakhoda. Keberhasilan aturan ini tidak ditentukan di kantor kementerian di Senayan, melainkan di ruang-ruang kelas di pelosok desa dan hiruk-pikuk kota. Kuncinya ada pada kepercayaan. Pemerintah harus percaya pada otonomi guru, dan guru harus percaya pada potensi siswa. Tanpa perubahan pola pikir (mindset) dari seluruh ekosistem pendidikan—mulai dari dinas, pengawas, kepala sekolah, hingga orang tua—Permendikdasmen ini hanya akan menjadi macan kertas. Mari kita kawal bersama, agar "standar proses" ini benar-benar memproses manusia Indonesia menjadi pembelajar sejati, bukan sekadar memproses dokumen demi akreditasi. Di bawah payung Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026, guru yang inovatif bukanlah guru yang selalu memakai aplikasi tercanggih. Guru Inovatif adalah guru yang berani keluar dari zona nyaman metode ceramah demi merancang pengalaman belajar yang membuat mata muridnya berbinar karena mereka paham "Untuk apa saya belajar ini?". Nah, esensi dari Permendikdasmen ini adalah memanusiakan hubungan di dalam kelas. Guru tidak lagi dituntut menjadi administrator yang sibuk dengan pemberkasan rumit, melainkan menjadi mitra belajar yang hadir sepenuhnya untuk menumbuhkan potensi murid yang sadar, berdaya, dan bahagia dalam proses belajarnya.

SELAMAT DATANG KEPALA SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO BAPAK SUSANTO, M.Pd.

SELAMAT DATANG KEPALA SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO BAPAK SUSANTO, M.Pd. SMA Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro dengan penuh sukacita menyambut kehadiran Bapak Susanto, M.Pd. Sebagai Kepala Sekolah yang baru. semoga dengan kepemimpinan Bapak, SMA Negeri 1 Sumberrejo semakin maju, berprestasi, sukses, dan menjadi sekolah yang unggul dalam bidang akademik, nonakademik, serta pengembangan karakter siswa. Kami seluruh civitas akademika siap bekerja sama, mendukung, dan bersinergi dengan Bapak untuk mewujudkan visi dan misi sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif, serta membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi. Selamat datang dan selamat bertugas, Bapak Susanto, M.Pd. Mari bersama-sama kita wujudkan SMA Negeri 1 Sumberrejo menjadi sekolah kebanggaan masyarakat Bojonegoro.

UPACARA HARI GURU NASIONAL 2025 SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO

UPACARA HARI GURU NASIONAL 2025 SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO SMA Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro melaksanakan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2025 sebagai wujud penghargaan dan penghormatan kepada para guru yang telah mendedikasikan ilmu, waktu, dan tenaga demi tercapainya generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi. Upacara ini dilaksanakan secara tertib dan khidmat, diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya peran guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, sekaligus motivasi bagi siswa untuk menghargai dan meneladani dedikasi para pendidik. Peringatan Hari Guru Nasional juga menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen seluruh civitas sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mendukung prestasi akademik maupun nonakademik, serta menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa dapat menghargai jasa guru, meneladani etos kerja, serta terus termotivasi untuk belajar dan berprestasi, sementara guru semakin termotivasi untuk mengabdikan diri dalam mendidik generasi penerus bangsa. Selamat Hari Guru Nasional 2025! Teruslah menjadi inspirasi, pahlawan, dan teladan bagi seluruh siswa.

UPACARA HARI GURU NASIONAL 2025 SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO

UPACARA HARI GURU NASIONAL 2025 SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO SMA Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro melaksanakan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2025 sebagai wujud penghargaan dan penghormatan kepada para guru yang telah mendedikasikan ilmu, waktu, dan tenaga demi tercapainya generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi. Upacara ini dilaksanakan secara tertib dan khidmat, diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya peran guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, sekaligus motivasi bagi siswa untuk menghargai dan meneladani dedikasi para pendidik. Peringatan Hari Guru Nasional juga menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen seluruh civitas sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mendukung prestasi akademik maupun nonakademik, serta menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa dapat menghargai jasa guru, meneladani etos kerja, serta terus termotivasi untuk belajar dan berprestasi, sementara guru semakin termotivasi untuk mengabdikan diri dalam mendidik generasi penerus bangsa. Selamat Hari Guru Nasional 2025! Teruslah menjadi inspirasi, pahlawan, dan teladan bagi seluruh siswa.

PEMBINAAN KEPADA SISWA SMAN 1 SUMBERREJO DARI KAPOLSES SUMBERREJO

PEMBINAAN KEPADA SISWA SMAN 1 SUMBERREJO DARI KAPOLSES SUMBERREJO Smaness News- Kapolsek sumberrejo Bapak Ngali menjadi Pembina upacara di SMAN 1 Sumberrejo Senin  (17/02/2025 ) pagi tadi. Dalam upacara bendera tersebut turut dihadiri kepala sekolah SMAN 1 Sumberrejo Bapak Drs. Nurhadi, M.Pd. Bapak/Ibu guru dan tendik serta siswa-siswi SMAN 1 Sumberrejo mulai dari kelas X, XI, dan kelas XII. Dalam amanatnya Bapak Ngali menyampaikan tentang keselamatan berkendara meliputi memastikan kendaran dalam kondisi baik, memakai helm, mematuhi peraturan lalu lintas, tidak menggunakan knalpot brong dll.

KEGIATAN JUM’AT SEHAT

KEGIATAN JUM’AT SEHAT SMANESS SPORT- Kegiatan Jum’at Sehat ini adalah salah satu dari program sekolah di SMAN 1 Sumberrejo, kegiatan yang diadakan setiap sebulan sekali ini sangat dinantikan oleh Bapak/Ibu Guru. Tepat pukul 06.30 senam dimulai di lapangan SMANESS, tidak hanya Guru dan Tendik, jum’at sehat ini juga di ikuti oleh kepala sekolah Bapak Drs. Nurhadi, M.Pd. Tujuan adanya program jum’at sehat ini diharapkan bermanfaat untuk  menjaga Kesehatan tubuh Kepala Sekolah, Guru, dan Tendik.