Kategori : Beranda - Berita (256 posts)


Wujudkan Ramadhan Pendidikan Berdampak , OSMAPEK (OSIS dan MPK) SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro Gelar Safari Ramadhan dan Berbagi Santunan

Wujudkan Ramadhan Pendidikan Berdampak , OSMAPEK (OSIS dan MPK) SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro Gelar Safari Ramadhan dan Berbagi Santunan Sumberrejo – Bojonegoro, tanggal 12 Maret 2026. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada siswa, OSMAPEK SMANESS menggelar kegiatan Safari Ramadhan dan Berbagi Santunan sebagai bagian dari program Wujudkan Ramadhan Pendidikan Berdampak. Kegiatan ini diikuti oleh siswa penerima santunan yang berasal dari kelas X, XI, dan XII dengan total 27 siswa, termasuk satu siswa yatim yang menjadi prioritas penerima bantuan. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala SMAN 1 Sumberrejo, bapak Susanto, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Bapak Cipto Roso, S.Pd.; Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Bapak Andik Kurniawan, M.Pd.; Guru Pendidikan Agama Islam, Bapak Ahmad Rodhi, M.Pd.; serta Pembina Pramuka, Bapak Kiswanto, S.Pd. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh perwakilan dari OSMAPEK. Selanjutnya, Kepala SMAN 1 Sumberrejo, Bapak Susanto, M.Pd., memberikan sambutan dan menyampaikan bahwa ini langkah baik untuk menguatkan karakter empati bagi yg membutuhkan. "Esensi berbagi itu bukan tentang seberapa banyak yang kita berikan, tapi seberapa banyak cinta dan niat yang kita masukkan ke dalam pemberian tersebut." Ujarnya. Lebih lanjut, berbagi jangan hanya menunggu bulan ramadhan saja akan tetapi setiap saat dan waktu khususnya pasca ramadhan. " tetaplah berbagi karena berbagi itu indah, " harapnya. Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Bapak Cipto Roso, S.Pd., juga menyampaikan bahwa kegiatan safari ramadhan OSMAPEK berbagi ini merupakan penguatan karakter siswa di bidang sosial yang sangat berdampak pada semua murid. Osmapek di harapkan akan melaksanakan program ini secara berkesinambungan. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bingkisan santunan kepada para siswa. Pembagian dilakukan secara bergiliran, dimulai dari kelas X, kemudian kelas XI, hingga kelas XII. Rasa syukur juga disampaikan oleh salah satu siswa penerima santunan dari kelas XI – 3 Anita Nur Faizah, Ia mengungkapkan kebahagiaannya atas perhatian yang diberikan oleh pihak sekolah dan teman-temannya. “Pemberian bingkisan lebaran dari sekolah ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan penuh makna, terutama di bulan suci ramadhan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai lingkungan yang menerapkan nilai kepedulian kepada para siswa. Seperti yang disampaikan oleh bapak kepala sekolah dalam sambutannya, ramadhan seharusnya menjadi waktu yang bermanfaat bagi semua orang. Melalui pembagian bingkisan lebaran ini, sekolah telah memberikan manfaat secara langsung kepada para siswa yang menerima. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan rasa syukur pada siswa. Oleh karena itu, pemberian bingkisan lebaran ini merupakan kegiatan yang patut diapresiasi dan diharapkan dapat terus dilaksanakan di masa yang akan datang.” Suasana kebersamaan dan kehangatan terlihat ketika para siswa menerima bingkisan yang diberikan. Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama antara para siswa dan Kepala Sekolah sebagai bentuk dokumentasi dari kegiatan Safari Ramadhan tersebut.

Ramadhan Kareem: Kebersamaan dan Kepedulian dalam Buka Bersama, Santunan Anak Yatim, serta Purna Bakti Ibu Dra. Sumiyati di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro

Ramadhan Kareem: Kebersamaan dan Kepedulian dalam Buka Bersama, Santunan Anak Yatim, serta Purna Bakti Ibu Dra. Sumiyati di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro Sumberrejo - Bojonegoro, tanggal 14 maret 2026. Keluarga besar SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro menggelar kegiatan buka bersama yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim, serta pamit purna bakti Ibu Dra. Sumiyati pada jum'at (13/3/2026). Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan sebagai bentuk silaturahmi di bulan Ramadhan sekaligus penghormatan atas pengabdian beliau selama bertugas di sekolah.   Acara diawali dengan sambutan Kepala Sekolah yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kepala SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro, Bapak Susanto, M.Pd. menyampaikan bahwa Buka bersama bukan sekadar mkn bersama akan tetapi jalinan sylur nikmat dalam menjalan puasa ramadhan sekaligus memperkuat semangat silaturahim antar  GTK dan juga komite. "Menguatkan sinergi demi kemajuan sekolah dan berdampak pada peningkatan mutu sekolah dan prestasi siswa, " jelasnya. Selanjutnya dilaksanakan alih informasi oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Kesiswaan, dan Humas. Pada kesempatan ini disampaikan berbagai informasi penting terkait program dan kegiatan sekolah sebagai bentuk koordinasi dan penguatan sinergi antar warga sekolah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ibu Celsya Dhelsy Safira, S.Pd. Dalam tausiyahnya beliau mengajak seluruh hadirin untuk Fastabiqul Khoirot fi Syahril romadhon yang artinya berlomba dalam kebaikan di dalam bulan Ramadhan. Pada sesi berikutnya, Ibu Dra. Sumiyati menyampaikan sambutan pamit purna bakti. Dengan penuh haru, beliau mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan dukungan keluarga besar sekolah selama masa pengabdiannya, serta memohon maaf atas segala khilaf. Sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada para siswa yang membutuhkan. Menurut Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Ibu Fita Oktavia Rosida, S.Pd.I. menyampaikan bahwa dalam bulan suci Ramadhan umat Muslim diperintahkan dalam berlomba-lomba dalam kebaikan , karena dibulan suci ini setiap kebaikan akan dibals oleh Allah dengan berlipat ganda , contoh melakukan kegiatan santunan anak yatim, seperti yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Ma’un ayat 1-3.  Menyantuni anak yatim merupakan wujud pengamalan nilai-nilai Islam dan kepedulian sosial. “Saya berharap kegiatan santunan ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga pada berbagai momentum hari besar lainnya, sehingga semangat berbagi menjadi budaya di lingkungan sekolah.” Tegasnya. Perwakilan siswa yang mendapatkan santunan, Adhitya Firjatullah dari kelas XII-2 mengungkapkan bahwa kegiatan ini bermanfaat, dikarenakan kegiatan tersebut menjadi jembatan silaturahmi dan menambah pengetahuan. "Saya dan teman teman juga mendapatkan beberapa bingkisan yang sangat bermanfaat dibulan ramadhan ini. Semoga acara ini bisa lebih meriah dan bermanfaat". Ujarnya. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan kebersamaan dalam momen yang penuh makna tersebut.

Pondok Ramadhan SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro “ MELALUI PONDOK RAMADHAN KITA BENTUK GENERASI BERAKHLAKUL KARIMAH DAN BERJIWA QUR’ANI”

Pondok Ramadhan SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro “ MELALUI PONDOK RAMADHAN KITA BENTUK GENERASI BERAKHLAKUL KARIMAH DAN BERJIWA QUR’ANI” Sumberrejo - Bojonegoro, tanggal 9 Maret 2026. Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1447 H dengan kegiatan yang bermanfaat, keluarga besar SMA Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Pondok Romadhon. Kegiatan ini dilaksanakan selama beberapa hari, mulai tanggal 9–12 Maret 2026, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai keislaman serta membentuk karakter siswa yang berakhlakul karimah dan berjiwa Qur’ani. Kegiatan Pondok Ramadhan diikuti oleh siswa kelas X dan XI dengan berbagai materi keagamaan yang disampaikan oleh para guru. Pada Senin, 9 Maret 2026, kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala SMAN 1 Sumberrejo, Bapak Susanto, M.Pd. Selanjutnya siswa mendapatkan materi tentang puasa, akhlak mulia, serta adab berpakaian. Di sela kegiatan, siswa juga melaksanakan sholat dhuha dan mendengarkan kisah inspiratif tentang Nabi dan sahabat di bulan Ramadhan. Kegiatan hari pertama ditutup dengan sholat berjamaah. Kegiatan berlanjut pada Selasa, 10 Maret 2026 dengan berbagai materi yang tidak kalah menarik, seperti keutamaan shalat, menjaga lisan dan hati, serta penjelasan mengenai haji dan umroh. Para siswa juga diberikan pemahaman tentang bahaya kenakalan remaja serta pentingnya zakat dalam kehidupan sosial. Pada akhir kegiatan, dilakukan pengumpulan zakat sebagai bentuk pembelajaran nyata tentang kepedulian kepada sesama. Memasuki hari berikutnya, Rabu, 11 Maret 2026, siswa kembali mendapatkan penguatan materi mengenai puasa, akhlak mulia, adab berpakaian, serta keutamaan shalat. Selain itu, siswa juga diajak meneladani kehidupan para Sahabat Nabi melalui materi kisah Sahabat di bulan Ramadhan. Seperti hari sebelumnya, kegiatan juga diisi dengan sholat dhuha dan sholat dzuhur berjamaah. Sementara itu pada Kamis, 12 Maret 2026, kegiatan Pondok Ramadhan diisi dengan materi haji dan umroh, menjaga lisan dan hati, serta pembahasan mengenai bahaya kenakalan remaja. Siswa juga kembali mendapatkan pemahaman tentang zakat dan praktik pengumpulan zakat, sebelum kegiatan ditutup dengan shalat berjamaah. Kepala SMA Negeri 1 Sumberrejo, Bapak Susanto, M.Pd., menyampaikan bahwa esensi utama pondok ramadhan ini adalah membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang membangun karakter, empati, dan akhlak mulia. Siswa tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial terhadap masyarakat sekitar. Selanjutnya, melalui kegiatan ini sekolah berupaya membentuk pribadi muslim dan muslimah yang beriman serta berilmu melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. "Kegiatan  diadakan untuk memperkuat dasar akhlak siswi, serta kegiatan pendalaman materi (seperti Thoharoh, Zakat, Akhlak/Adab, dll) pada saat Pondok Ramadhan berlangsung," tegasnya saat sambutan pembukaan pondok ramadhan 1447 hijriah di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro. Hal senada disampaikan oleh wakil kepala Sekolah bidang kesiswaan, Bapak Cipto Roso, S.Pd., bahwa kegiatan pondok ramadhan merupakan bagian dari pembelajaran berdampak. baik pembelajaran karakter moral dan akhlaq secara agama dan pembudayaan karakter positif di siswa SMAN 1 Sumberrejo. Erlina Dewi Permata perwakilan siswa dari kelas X-8 menyampaikan bahwa Pondok Ramadhan memberikan banyak manfaat bagi siswa, baik dalam menambah ilmu agama maupun membentuk karakter yang baik. “Semoga siswa-siswi SMANESS bisa memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya dan berlomba-lomba dalam kebaikan, seperti bintang yang bersinar menerangi malam Ramadan”. Ujarnya dengan penuh semangat.

PERTEMUAN RUTIN DAN SAFARI RAMADHAN DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO

PERTEMUAN RUTIN DAN SAFARI RAMADHAN DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO Sumberrejo – Bojonegoro, tanggal 7 Maret 2026. Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro melaksanakan kegiatan Pertemuan Rutin dan Safari Ramadhan pada Jum’at, 7 Maret 2026, bertempat di SMA Negeri 1 Sumberrejo. Kegiatan ini diikuti oleh para anggota DWP dengan penuh antusias sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kebersamaan di bulan suci Ramadhan. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan doa. Selanjutnya seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan sebagai bentuk rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap organisasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan dari masing-masing bidang. Kepala SMA Negeri 1 Sumberrejo sekaligus Pembina DWP, Susanto, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pertemuan rutin yang dikemas dengan nuansa Safari Ramadhan juga apresiasi untuk istri-istri pegawai dilingkungan SMANESS yang selalu mendukung dan meluangkan waktu untuk hadir. Beliau berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kebersamaan serta menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial. “Momentum Ramadhan ini hendaknya dimanfaatkan untuk berbuat kebaikan, mempererat silaturahmi, bersinergi, dan memperkuat kekompakan, sehingga Dharma Wanita Persatuan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua DWP SMAN 1 Sumberrejo, Ibu Wiwin Wijiyanti, S.Pd., menyampaikan pada pertemuan rutin DWP untuk selalu memaksimalkan program-program dharma wanita, dan memberikan arahan untuk membuat program dharma wanita selama 1 tahun agar lebih maksimal dan bisa dievaluasi. Program-program yang dibuat hendaknya inovatif. Tidak hanya itu, Ibu Wiwin juga mengajak seluruh anggota untuk tetap aktif dan produktif, termasuk dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana berkarya dan berbagi hal-hal positif. Pada pertemuan rutin kali ini, DWP SMANESS melalui bidang sosial budaya memberikan bingkisan kepada sembilan siswa dari kelas X-1 hingga X-9 yang dikemas dalam kegiatan safari ramadhan. Ibu Wiwin Wijiyanti, S.Pd., dan anggota DWP SMANESS berharap semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta menjadi penyemangat bagi para siswa dalam menjalani kegiatan belajar maupun ibadah di bulan suci ini. "Istri-istri pegawai harus bisa memberi manfaat dan berkontribusi bagi lembaga dan keluarga," ujar guru MAN 2 Bojonegoro ini. Perwakilan siswa penerima bingkisan, Maisya Audiana Putri dari kelas X-3, menyampaikan rasa syukur. "Terima kasih atas bantuan yang diberikan melalui kegiatan Safari Ramadhan. Semoga bingkisan tersebut sangat bermanfaat dan menjadi bentuk kepedulian dari pihak sekolah," harapnya Kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus baru DWP yang dibacakan oleh Ibu Celsya Dhelsy Safira, S.Pd., Setelah itu, acara diakhiri dengan sesi foto bersama serta kegiatan praktik keterampilan, yaitu pembuatan desain logo menggunakan aplikasi Canva oleh bidang ekonomi serta pelatihan kue kering oleh bidang pendidikan yang dilaksanakan di rumah Ibu Riyani Mujaroh Putri, S.Si.

WUJUDKAN “RAMADHAN PENDIDIKAN BERDAMPAK” PRAMUKA SMAN 1 SUMBERREJO BUKA BERSAMA DAN BERBAGI TAKJIL

WUJUDKAN “RAMADHAN PENDIDIKAN BERDAMPAK” PRAMUKA SMAN 1 SUMBERREJO BUKA BERSAMA DAN BERBAGI TAKJIL Sumberrejo-Bojonegoro, tanggal 4 maret 2026. Dalam semangat Ramadhan yang penuh berkah, Pramuka SMAN 1 Sumberrejo mengadakan kegiatan "Buka Bersama dan Berbagi Takjil" sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter dan meningkatkan rasa empati siswa melalui aksi nyata di Masyarakat pada Selasa (3/3/2026). Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian takjil kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar sekolah menjelang waktu berbuka. Dengan penuh antusias, anggota Pramuka membagikan paket takjil sebagai wujud kepedulian sosial dan implementasi nilai Dasa Dharma Pramuka, khususnya cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh 93 CDA (Calon Dewan Ambalan) dan 106 DA (Dewan Ambalan) dan tentunya di dampingi oleh pembina Pramuka SMAN 1 Sumberrejo yakni Pak Kiswanto, Pak Zaki, Pak Kholiq, Bu Ifa dan Bu Chelsy, juga kakak-kakak alumni (DKH). Kepala SMAN 1 Sumberrejo, Susanto M.Pd. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurut beliau ini solusi konkrit dalam mengimplementasikan dasa dharma pramuka. Terlebih lagi ini wujud nyata ramadhan pendidikan berdampak bagi kehidupan dan memberikan manfaat untuk sesama. “ini solusi konkrit dalam mengimplementasikan dasa dharma pramuka. Terlebih lagi ini wujud nyata ramadhan pendidikan berdampak bagi kehidupan dan memberikan manfaat untuk sesama” Sementara itu, Pembina Pramuka SMAN 1 Sumberrejo, Kiswanto, S.Pd. menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepeduliaan sosial anggota pramuka belajar berbagi dengan masyarakat, mengamalkan nilai keagamaan, mempererat persaudaraan antar anggota pramuka, melatih kerja sama dan tanggung jawab, membentuk karakter peduli dan disiplin. Ketua Dewan Ambalan (DA), Revi Nindi dari kelas X-4 menyampaikan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar. Kami mengundang kakak-kakak alumni (DKH) untuk bergabung dalam acara silaturahmi, dengan harapan dapat mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan keharmonian antara angkatan kami. “Kami percaya bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat dan makna yang besar bagi angkatan kami, serta meninggalkan kesan yang mendalam, karena memang kegiatan ini adalah rutinitas yang telah kami jalankan dari tahun ke tahun dengan tujuan menjalin silaturahmi dan berbagi rezeki sedikit untuk warga pada bulan Ramadhan, kami berharap kegiatan ini bisa menggerakkan jiwa peduli anak-anak muda terutama yang masih sekolah untuk senantiasa berbagi & mencari pahala sebanyak-banyak nya di bulan suci ramadhan ini” ujarnya dengan penuh semangat. Melalui kegiatan “Ramadhan Pendidikan Berdampak” ini, Pramuka SMAN 1 Sumberrejo membuktikan bahwa pendidikan karakter dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Semangat berbagi, kebersamaan, dan silaturahmi yang terjalin diharapkan terus tumbuh dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah.

Peresmian Program Sedekah Botol Plastik (SEBATIK) SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro “ONE STUDENT, ONE PIECE OF PLASTIC”

Peresmian Program Sedekah Botol Plastik (SEBATIK) SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro “ONE STUDENT, ONE PIECE OF PLASTIC”   Sumberrejo–Bojonegoro, tanggal 7 Maret 2026. Program Sedekah Botol Plastik (SEBATIK) di sekolah merupakan sebuah inisiatif peduli lingkungan yang melibatkan siswa dalam kegiatan pengumpulan sampah botol atau gelas plastik di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilakukan setiap pelaksanaan Jum’at Bersih maupun setelah kegiatan belajar selesai. Sampah plastik yang terkumpul kemudian disetorkan ke bank sampah dan dikelola oleh OSMAPEK SMANESS pada Jum'at (6/3/2026). Hasil penjualan sampah tersebut dimanfaatkan untuk giat aksi kebersihan sekolah, penghijauan, atau kegiatan sosial. Program ini diharapkan mampu mengurangi jumlah limbah plastik secara signifikan di lingkungan sekolah. Tujuan utama program ini adalah untuk mengurangi limbah plastik di lingkungan sekolah, mengenalkan dan membiasakan pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta menanamkan karakter peduli lingkungan dan semangat berbagi kepada siswa sejak dini. Kepala SMAN 1 Sumberrejo, Susanto, M.Pd., menyambut positif gerakan “One Student, One Piece of Plastic”. Beliau berharap program ini dapat menumbuhkan kesadaran seluruh warga sekolah untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan mengurangi pencemaran sampah plastik. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan juga merupakan bagian dari menjaga nilai-nilai keimanan. Hal serupa juga disampaikan oleh koordinator program One Student, One Piece of Plastic, Suparmanto, S.Si., M.Pd. Beliau menilai program ini memiliki tujuan yang sangat baik, yakni membantu mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah sekaligus mendukung keberhasilan program sekolah Adiwiyata. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Menurut Warda Ayu Suryani kelas XI-5,  program sedekah botol plastik sangat bagus sekali dan patut menjadi program yang berkelanjutan, karena dari program tersebut siswa-siswi bisa termotivasi untuk mengelola sampah dan menanamkan rasa tanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Program ini memiliki dampak positif untuk lingkungan sekolah menjadi ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), lebih bersih, rapi, dan minim sampah plastik. Selain itu dapat membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab. Peduli, dan sadar lingkungan.

Ramadhan Kareem - Peringatan Nuzulul Qur' an di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro “KANDUNGAN ISI AL QUR AN HARUS DIIMPLEMENTASIKAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Ramadhan Kareem - Peringatan Nuzulul Qur' an di SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro   “KANDUNGAN ISI AL QUR AN HARUS  DIIMPLEMENTASIKAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Sumberrejo-Bojonegoro, tanggal 6 Maret 2026. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro mengadakan kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkai dengan buka puasa bersama. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru wali kelas XII, siswa-siswi kelas XII-1 hingga XII-5, dan pengurus takmir SMAN 1 Sumberrejo, berlangsung dengan khidmat dan penuh semanga.   Rangkaian kegiatan diawali dengan Khotmil Qur’an yang dilaksanakan pada pukul 15.30 WIB. Selanjutnya, acara resmi dibuka pada pukul 17.00 WIB yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, Kepala SMAN 1 Sumberrejo menyampaikan sambutan kepada seluruh peserta yang hadir. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mauidzah hasanah yang disampaikan oleh Bapak Suparmanto, S.Si., M.Pd., yang menjelaskan tentang makna turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Dalam mauidzah hasanah disampaikan bahwa Nuzulul Qur’an bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin rajin membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Setelah rangkaian mauidzah hasanah,kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama, sholat maghrib berjamaah dan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kehangatan. Kebersamaan ini menciptakan suasana kekeluargaan antara guru dan siswa, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Kepala SMAN 1 Sumberrejo, Bapak Susanto, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini amaliah yang baik agar kita sebagai umat muslim bisa belajar memahami sejarah dan esensi turunnya alquran. Yang penting bukan soal kapan turun dan peringatannya akan tetapi sejauhmana memahami kandungan isinya dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari dalam mengawal peradaban. Artinya, alquran harus dapat sebagai hudallinnas atau petunjuk dan mencegah hal yang batil dan mungkar menuju pribadi yg mutaqqin dengan derajat kesempurnaan islam yang kaffah. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Bapak Akhmad Rodhi, M.Pd.I., memaparkan bahwa kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an sangat penting bagi siswa. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami sejarah turunnya Al-Qur’an, tetapi juga termotivasi untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap dan berperilaku. Sementara itu perwakilan takmir, Luthfi Abraham Mahardika dari kelas XI-3 menyampaikan bahwa kegiatan Nuzulul Qur'an ini sangat bermanfaat bagi para siswa/i di SMA Negeri 1 SUMBERREJO karena memiliki nilai religius yang tinggi dan bisa meningkatkan iman dan taqwa. Diharapkan melalui kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an ini, keluarga besar SMANESS dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta menjadikan ajaran dan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, semangat Ramadhan yang terbangun dalam kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan dan memperkuat karakter religius serta mempererat rasa kebersamaan di lingkungan sekolah.

PELAKSANAAN TRY OUT BERBASIS KOMPUTER (TOBK) SNBT SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO

PELAKSANAAN TRY OUT BERBASIS KOMPUTER (TOBK) SNBT SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO Sumberrejo–Bojonegoro, 2 Maret 2026. Pelaksanaan Try Out Berbasis Komputer (TOBK) SNBT merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ganesha Operation bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebagai upaya strategis dalam memfasilitasi siswa SMA/SMK/MA di Jawa Timur agar lebih siap bersaing masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Impian pada Senin (2/3/2026). Kegiatan Try Out Berbasis Komputer (TOBK) SNBT diikuti oleh 315 siswa dari total 322 siswa kelas XII SMAN 1 Sumberrejo. Sebanyak 7 siswa belum dapat mengikuti kegiatan karena mengalami kendala pada akun saat proses login.   Pelaksanaan Try Out Berbasis Komputer (TOBK) SNBT ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapan dan kemampuan siswa dalam menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Melalui sistem berbasis komputer, siswa dilatih mengerjakan soal sesuai dengan format dan durasi ujian yang sesungguhnya, sehingga mereka terbiasa dengan mekanisme tes, manajemen waktu, serta strategi pengerjaan soal. Kepala SMAN 1 Sumberrejo, Susanto M.Pd menyambut baik sekaligus bersyukur terselengaranya Try Out Berbasis Komputer (TOBK) SNBT oleh  Dinas pendidikan Provinsi Jawa Timur bekerjasama  dengan Ganesha Operation (GO) menyelenggarakan TOBK SNBT untuk persiapan siswa kelas XII menghadapi SNBT 2026. “Sebuah langkah baik dalam membekali siswa mempersiapkan masuk PTN melalui jalur SNBT. Semoga para siswa sukses meraih cita cita”. Kegiatan try out ini dirancang menyerupai sistem dan pola soal SNBT yang sesungguhnya mencakup kemampuan penalaran umum, penalaran matematika, pengetahuan kuantitatif, pemahaman bacaan dan menulis, pengetahuan dan pemahaman umum, literasi bahasa indonesia, dan literasi bahasa inggris. Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Andik Kurniawan, M.Pd.,  menyampaikan dengan adanya TOBK SNBT harapannya siswa kelas XII dapat mengukur kemampuan diri sekaligus dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas belajar sehingga bisa lolos SNBT. Beliau berharap, dengan adanya evalusi melalui TOBK, siswa semakin termotivasi untuk belajar lebih giat, Menyusun strategi yang lebih efektif, dan mempersiapkan diri secara optimal sehingga mampu meraih hasil terbaik serta lolos dalam Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Menurut perwakilan siswa kelas XII, Anggun Dwike Purnama dari kelas XII-1, kegiatan TOBK SNBT memberikan manfaat yang sangat besar bagi siswa, khususnya bagi mereka yang sebelumnya belum pernah mengikuti simulasi ujian serupa. Ia menyampaikan bahwa melalui TOBK, siswa menjadi lebih memahami ragam bentuk dan karakteristik soal SNBT, sehingga tidak lagi merasa asing dengan pola pertanyaan maupun sistem pengerjaannya. Ingatlah proses tidak akan mengkhianati hasil. Teruslah berjuang, karena setiap Langkah kecil hari ini adalah bagian dari perjalanan menuju masa depan yang lebih cerah.

RAMADHAN KAREEM "KAJIAN KEAGAMAAN PUTRI" SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO

RAMADHAN KAREEM "KAJIAN KEAGAMAAN PUTRI" SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO  Sumberrejo- Bojonegoro, 28 Februari 2026. Kajian keagamaan putri merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap hari Jum’at sebagai upaya membentuk pribadi muslimah yang beriman, berakhlak mulia, dan berilmu. Kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan salat dzuhur berjamaah di mushola sekolah. Seluruh siswi mengikuti sholat berjamaah dengan tertib dan khusyuk sebagai bentuk pembiasaan ibadah serta penguatan karakter religius pada Jum’at (27/2/2026). Setelah salat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan kajian keputrian yang dipandu oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Rochana Jamil, S.Pd.I., Materi yang disampaikan tentang Wanita shalihah. Kepala SMAN 1 Sumberrejo Susanto, M.Pd menyampaikan kegiatan ini sungguh luar biasa, para siswi diajak berpikir kritis mengkaji problema keagamaan khususnya masalah keputrian dalam bingkai keislaman, Ini menjadi bekal hidup di masyarakat. Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMAN 1 Sumberrejo, Rochana Jamil, S.Pd.I., memaparkan bahwa dengan adanya kajian keagamaan keputrian yang diadakan setiap hari jum’at semoga dapat meningkatkan ketaqwaan para siswi, dengan membekali ilmu agama yang esensial khususnya tentang kewanitaan, seperti akhlak, fiqih islam, pergaulan dan sebagainya. Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk karakter para siswi agar memiliki moral, etika dan prilaku yang baik sesuai dengan alquran dan hadits Nabi Muhammad SAW. Para siswi pun merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. Raisya Aulia dari kelas X-2 menyampaikan bahwa pembiasaan sholat berjamaah di sekolah dapat meningkatkan rasa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, menjalin silaturahmi kepada sesama warga sekolah, mendapatkan pahala yang berlipat ganda, serta menjadikan kita lebih bersemangat menjalani ibadah walaupun disaat bulan puasa. Selain itu, adanya kajian keagamaan putri yang membahas tema wanita shalihah juga bermanfaat sekali bagi siswi SMANESS, antara lain sebagai pengingat agar kita selalu  berhati- hati dalam bertindak atau berperilaku, menjaga diri, dan memperbaiki akhlak. Melalui kegiatan kajian keagamaan putri setiap hari Jum’at ini, diharapkan para siswi tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Program ini menjadi wadah pembinaan spiritual sekaligus penguatan karakter agar tumbuh menjadi generasi muslimah yang cerdas, santun, dan bertanggung jawab.  

WUJUDKAN “RAMADHAN PENDIDIKAN BERDAMPAK ” OSMAPEK (OSIS DAN MPK) SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO BERBAGI TAKJIL DAN BUKA BERSAMA”

WUJUDKAN “RAMADHAN PENDIDIKAN BERDAMPAK ” OSMAPEK (OSIS DAN MPK) SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO BERBAGI TAKJIL DAN BUKA BERSAMA”  Sumberrejo-Bojonegoro, tanggal 26 Februari 2026. Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar SMAN 1 Sumberrejo untuk menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan. Dalam rangka menyukseskan program “Ramadhan Pendidikan Berdampak”, OSMAPEK (OSIS DAN MPK) menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat serta dilanjutkan dengan buka bersama pada Rabu (25/2/2026). Kegiatan berbagi takjil dilaksanakan di sekitar lingkungan sekolah yaitu di perempatan medalem, pohwates, dan perempatan sumberrejo. Dengan penuh semangat, para pengurus OSMAPEK (OSIS DAN MPK) turun langsung membagikan takjil kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Senyum ramah dan sapaan hangat dari para siswa menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang membangun karakter dan empati. Setelah kegiatan berbagi, acara dilanjutkan dengan buka bersama. Suasana kebersamaan terasa begitu hangat saat semua berkumpul, berdoa, dan menikmati hidangan sederhana penuh rasa syukur. Kepala SMAN 1 Sumberrejo Susanto, M.Pd., yang turut memantau kegiatan ini menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kerja keras para siswa. Beliau mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pendidikan yang berdampak, di mana siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan akhlak yang mulia. “Inilah esensi pendidikan sesungguhnya, ketika ilmu berjalan beriringan dengan kepedulian,” tegas Susanto dengan penuh semangat. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Cipto, juga menyampaikan rasa bangga terhadap OSMAPEK (OSIS DAN MPK). Menurut beliau, Kegiatan bertujuan tidak hanya memperkuat karakter iman dan takwa di bulan suci, atau berdampak pada penguatan jiwa sosial siswa, namun sebagai implementasi penguatan karakter peduli sesama yang membutuhkan. “Saya melihat semangat gotong royong, tanggung jawab, dan kekompakan yang luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi budaya positif di sekolah kita,” ungkapnya. Sementara itu, perwakilan OSMAPEK (OSIS DAN MPK)  menyampaikan rasa syukur karena dapat berbagi dengan masyarakat di bulan yang penuh berkah ini. Mereka merasa kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga dan mempererat solidaritas antaranggota. “Kami belajar bahwa berbagi itu membahagiakan. Semoga apa yang kami lakukan hari ini membawa manfaat dan menjadi ladang kebaikan bagi kita semua,” ujar lutfi miftahul perwakilan dari OSIS. Melalui kegiatan ini, OSMAPEK (OSIS DAN MPK)  SMAN 1 Sumberrejo membuktikan bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menghadirkan pendidikan yang berdampak nyata, pendidikan yang membentuk karakter, menumbuhkan empati, serta mempererat ukhuwah di lingkungan sekolah dan masyarakat.

"PROSES" PEMBELAJARAN DI KELAS HARUS BERKESADARAN

Memaknai Permendikdasmen 1 Tahun 2026 "PROSES" PEMBELAJARAN DI KELAS HARUS BERKESADARAN Oleh: Susanto,M.Pd. Kepala SMAN 1 Sumberrejo-Bojonegoro   Januari 2026 membuka lembaran baru dalam sejarah pendidikan nasional kita. Di tengah hiruk-pikuk pergantian tahun dan penyesuaian nomenklatur kementerian baru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat dengan menerbitkan Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Sebagai regulasi pembuka tahun, peraturan ini bukan sekadar dokumen administratif biasa. Ia membawa beban filosofis yang berat: meredefinisi ulang "bagaimana" pendidikan itu seharusnya terjadi di ruang-ruang kelas kita. Namun, pertanyaannya tetap klasik: apakah ini akan menjadi revolusi mental bagi guru dan siswa, atau hanya akan berakhir sebagai tumpukan administrasi baru yang membebani? Peran Guru Poin paling radikal—dan mungkin paling menantang—dari Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 adalah redefinisi peran pendidik. Pasal-pasal di dalamnya secara tegas menggeser posisi guru dari sekadar penyampai materi menjadi tiga peran sekaligus: teladan, pendamping, dan fasilitator.Selama puluhan tahun, sistem pendidikan kita terjebak dalam model teacher-centered, di mana guru adalah satu-satunya sumber kebenaran dan siswa adalah bejana kosong yang harus diisi.  Peraturan baru ini ingin meruntuhkan menara gading tersebut. Guru tidak lagi dituntut untuk menghabiskan materi buku teks (kejar tayang kurikulum), melainkan dituntut untuk mendampingi siswa membangun pengetahuannya sendiri.Ini adalah kabar baik bagi siswa, namun "alarm bahaya" bagi guru yang enggan berubah. Menjadi fasilitator membutuhkan kerendahan hati intelektual dan keterampilan pedagogis yang jauh lebih kompleks daripada sekadar berceramah. Apakah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan pelatihan guru kita sudah siap mencetak "arsitek belajar" seperti ini? Atau kita hanya akan melihat guru yang sama, dengan metode yang sama, namun dengan label administrasi yang berbeda?   Tiga Mantra Baru: Berkesadaran, Bermakna, Menyenangkan   Permendikdasmen ini mengusung tiga prinsip utama pembelajaran: Berkesadaran, Bermakna, dan Menyenangkan.Prinsip "Bermakna" (Meaningful) adalah kritik langsung terhadap budaya hafalan yang selama ini menjadi penyakit kronis pendidikan kita. Materi pelajaran harus relevan dengan kehidupan nyata dan kontekstual. Ini sejalan dengan semangat Deep Learning yang juga didorong oleh Menteri Abdul Mu'ti. Kita tidak butuh siswa yang hafal tahun Perang Diponegoro tetapi tidak paham esensi perjuangan; kita butuh siswa yang mengerti mengapa sejarah itu relevan bagi kehidupannya hari ini. Sementara itu, prinsip "Menyenangkan" (Joyful) adalah tantangan terbesar. Menyenangkan di sini bukan berarti kelas yang penuh gelak tawa tanpa esensi, melainkan suasana psikologis yang aman, bebas dari perundungan (bullying), dan inklusif. Di sinilah letak ujian sesungguhnya. Bagaimana menciptakan suasana menyenangkan jika infrastruktur sekolah masih rusak (meski ada target renovasi 60.000 sekolah di 2026) atau jika kesejahteraan guru masih menjadi isu yang timbul tenggelam? Guru yang stres karena tekanan ekonomi atau administrasi sulit diharapkan menciptakan suasana kelas yang "menyenangkan".   Tantangan Implementasi Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 adalah sebuah dokumen yang indah di atas kertas. Ia menawarkan visi pendidikan yang humanis, holistik (olah pikir, olah hati, olah rasa, olah raga), dan memuliakan siswa. Ini adalah langkah yang tepat untuk memulai tahun 2026.Namun, regulasi hanyalah kompas, bukan nakhoda. Keberhasilan aturan ini tidak ditentukan di kantor kementerian di Senayan, melainkan di ruang-ruang kelas di pelosok desa dan hiruk-pikuk kota. Kuncinya ada pada kepercayaan. Pemerintah harus percaya pada otonomi guru, dan guru harus percaya pada potensi siswa. Tanpa perubahan pola pikir (mindset) dari seluruh ekosistem pendidikan—mulai dari dinas, pengawas, kepala sekolah, hingga orang tua—Permendikdasmen ini hanya akan menjadi macan kertas. Mari kita kawal bersama, agar "standar proses" ini benar-benar memproses manusia Indonesia menjadi pembelajar sejati, bukan sekadar memproses dokumen demi akreditasi. Di bawah payung Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026, guru yang inovatif bukanlah guru yang selalu memakai aplikasi tercanggih. Guru Inovatif adalah guru yang berani keluar dari zona nyaman metode ceramah demi merancang pengalaman belajar yang membuat mata muridnya berbinar karena mereka paham "Untuk apa saya belajar ini?". Nah, esensi dari Permendikdasmen ini adalah memanusiakan hubungan di dalam kelas. Guru tidak lagi dituntut menjadi administrator yang sibuk dengan pemberkasan rumit, melainkan menjadi mitra belajar yang hadir sepenuhnya untuk menumbuhkan potensi murid yang sadar, berdaya, dan bahagia dalam proses belajarnya.